Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pemasaran Media Sosial Dalam Membentuk Minat Kunjungan Pasien Pada Layanan Kesehatan: Tinjauan Literatur Sistematis Rinda Rentia Angreani; Dumilah Ayuningtyas
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8772

Abstract

Abstrak Latar belakang: Transformasi digital mengubah cara pasien mencari informasi, membandingkan reputasi, dan memilih layanan kesehatan. Dalam situasi tersebut, media sosial tidak lagi hanya dipakai sebagai ruang promosi, tetapi juga sebagai tempat pasien memperoleh edukasi, membaca pengalaman orang lain, dan menilai kredibilitas fasilitas kesehatan. Tujuan: Kajian ini menganalisis peran pemasaran media sosial dalam membentuk minat kunjungan pasien pada layanan kesehatan. Metode: Penelitian menggunakan systematic literature review dengan pelaporan mengacu pada PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada Mei 2026 melalui Google Scholar atau sumber terindeks Google Scholar, PubMed, ScienceDirect/Emerald/JMIR, Garuda, jurnal OJS Indonesia, dan backward snowballing. Artikel yang dianalisis diterbitkan pada 2019-2026, berbahasa Indonesia atau Inggris, membahas pemasaran media sosial pada layanan kesehatan, dan berkaitan dengan visit intention, revisit intention, patient trust, brand awareness, brand image, brand equity, atau perceived value. Hasil: Dari 60 rekaman awal, 12 artikel memenuhi kriteria inklusi. Sintesis naratif-tematik menunjukkan bahwa pemasaran media sosial bekerja melalui empat jalur utama: kualitas konten, interaksi dan responsivitas digital, e-WOM serta testimoni pasien, dan pembentukan brand awareness, trust, brand image, brand equity, serta perceived value. Sebagian studi menemukan pengaruh langsung terhadap minat kunjungan, sedangkan studi lain menunjukkan jalur tidak langsung melalui kepercayaan, awareness, brand equity, dan perceived value. Kesimpulan: Pemasaran media sosial dalam layanan kesehatan sebaiknya dipahami sebagai strategi komunikasi, reputasi, dan pengelolaan pengalaman pasien. Media sosial yang informatif, etis, responsif, dan selaras dengan mutu layanan aktual dapat membantu membentuk persepsi awal, memperkuat kepercayaan, dan meningkatkan kecenderungan pasien untuk memilih atau kembali menggunakan layanan kesehatan. Kata kunci: pemasaran media sosial; minat kunjungan pasien; layanan kesehatan; rumah sakit; tinjauan literatur sistematis