Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Digital Brand Image Dan Content Marketing Terhadap Purchase Intention Product Buyer Pada Toko Nizam Di Kota Mamuju Musdalifa Musdalifa; Ramli S; Muh Rezky Naim; Nur Wahyunianti Dahri; Junaeda Junaeda
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital brand image dan content marketing terhadap purchase intention product buyer pada Toko Nizam di Kota Mamuju, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pelanggan Toko Nizam periode Januari hingga Mei 2026 sebanyak 1.009 orang, dengan jumlah sampel 91 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan ditarik melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner berskala Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial digital brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention (β = 0,289; t = 2,953; sig. 0,004) dan content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention (β = 0,526; t = 5,364; sig. 0,000). Secara simultan, kedua variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention (F = 59,539; sig. 0,000). Nilai R Square sebesar 0,575 dan Adjusted R Square sebesar 0,565 menunjukkan bahwa 57,5% variasi purchase intention dapat dijelaskan oleh digital brand image dan content marketing, sedangkan 42,5% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa content marketing merupakan variabel dominan pembentuk minat beli pada produk dengan kebutuhan fungsional spesifik, sehingga penguatan kualitas konten digital menjadi prioritas strategis bagi pelaku usaha.