Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Framing Lina Mukherjee Pada Kasus Penistaan Agama Menurut Pakar Agama pada Media Sosial Elva Rena; Fifi Hasmawati; Chairunnisah Putri Ayu Ningsih
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.365

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Framing Lina Mukherjee pada Kasus Penistaan Agama Menurut Pakar Agama pada Media Sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh viralnya konten Lina Mukherjee yang mengucapkan basmalah sebelum mengonsumsi makanan berbahan dasar babi sehingga memicu kontroversi dan perdebatan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pakar agama membingkai kasus tersebut di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Data primer diperoleh dari video tanggapan Ustaz M. Syarif Hidayat, Ustaz Khalid Basalamah, Gus Miftah, dan Ustaz Das'ad Latif yang dipublikasikan melalui media sosial. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan pemberitaan media daring yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pakar agama memiliki kesamaan dalam memandang tindakan Lina Mukherjee sebagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan etika bermedia sosial. Perbedaannya terletak pada penekanan aspek framing, yaitu hukum, akidah, dampak sosial, dan penghinaan terhadap agama. Rekomendasi yang diberikan meliputi penegakan hukum, pembinaan, edukasi keagamaan, serta peningkatan literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa framing para pakar agama berperan dalam membentuk persepsi dan opini publik terhadap kasus penistaan agama di media sosial.