Chairunnisah Putri Ayu Ningsih
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Representasi Nilai Keislaman Dalam Film Kartun Omar Dan Hana Nuria Rohimah; Selvia Assoburu; Chairunnisah Putri Ayu Ningsih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5708

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai-nilai keislaman ditampilkan dalam tujuh episode Omar dan Hana Spesial 30 Hari Ramadan dengan menerapkan analisis semiotika Roland Barthes. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah adegan, dialog, serta interaksi para tokoh untuk memahami makna denotatif, konotatif, dan mitologis yang muncul di dalamnya. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa seluruh episode secara konsisten memuat empat nilai pokok ajaran Islam, yaitu akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Representasi nilai akidah tampak melalui penguatan ajaran tauhid dan pembiasaan berdzikir dalam aktivitas sehari-hari. Nilai ibadah tercermin dari penggambaran kebiasaan berdoa, pelaksanaan salat, praktik berpuasa, dan ajakan bersedekah selama Ramadan. Nilai akhlak muncul dalam adegan-adegan yang menekankan pentingnya kesabaran, empati, tata krama, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru. Adapun nilai muamalah terlihat melalui perilaku saling menghargai, bekerja sama, serta membantu sesama. Secara keseluruhan, serial Omar dan Hana mampu mengemas ajaran Islam secara sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media edukatif yang relevan bagi pembelajaran keagamaan di lingkungan keluarga maupun pendidikan formal.
Framing Pemberitaan Citra PT Pertamina dalam Menghadapi Krisis Kepercayaan (Studi Kasus Pertamax Oplosan pada Media Online Detik.com dan Kompas.com) Ririn Dwi Novertha; Sepriadi Saputra; Chairunnisah Putri Ayu Ningsih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui framing pemberitaan citra PT Pertamina dalam menghadapi krisis kepercayaan akibat kasus Pertamax oplosan pada media online Detik.com dan Kompas.com dengan analisis Framing Pan & Kosicki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kedua media membangun citra Pertamina melalui sudut pandang yang berbeda. Detik.com membangun citra Pertamina sebagai institusi yang aktif memberi klarifikasi dan berusaha memulihkan kepercayaan publik, sedangkan Kompas.com membingkai Pertamina sebagai perusahaan yang sedang melakukan perbaikan dan harus bertanggung jawab atas penyimpangan internal. Perbedaan sudut pandang, panjang berita, dan penekanan pada sumber membuat kedua media membentuk interpretasi publik yang berbeda terhadap krisis Pertamina. Oleh karena itu, pemahaman terhadap proses framing menjadi penting untuk membaca dinamika pemberitaan media dan dampaknya terhadap komunikasi krisis perusahaan.
Pengaruh Citra Da’i Terhadap Kredibilitas Pesan Dakwah Ustadz Hilman Fauzi Di Tiktok Reni Reni; Selvia Assoburu; Chairunnisah Putri Ayu Ningsih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra seorang pendakwah di media sosial TikTok terhadap kredibilitas pesan dakwah yang disampaikan kepada audiens generasi Z. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan media sosial sebagai sarana dakwah digital yang menuntut da’i membangun citra positif agar pesan dakwah dapat diterima secara efektif. TikTok dipilih sebagai media penelitian karena karakteristiknya sebagai platform video pendek dengan tingkat interaksi yang tinggi di kalangan generasi Z.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pengikut akun TikTok Ustadz Hilman Fauzi dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring. Variabel independen dalam penelitian ini adalah citra komunikator dakwah yang meliputi image creation, image maintenance, dan image repair, sedangkan variabel dependen adalah kredibilitas pesan dakwah. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra pendakwah di media sosial TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredibilitas pesan dakwah. Citra da’i yang dipersepsikan baik oleh audiens mampu meningkatkan kepercayaan dan penerimaan pesan dakwah. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan citra komunikator dakwah yang positif di media sosial berperan penting dalam meningkatkan efektivitas dakwah digital.
Peran Media Sosial Instagram Dalam Pembentukan Identitas Wibu Di Palembang Muhammad Rizky Pratama; Fera Indasari; Chairunnisah Putri Ayu Ningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18591

Abstract

Perkembangan media sosial telah menciptakan ruang baru bagi pembentukan identitas dan praktik komunikasi budaya, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu fenomena yang berkembang melalui media sosial adalah subkultur WIBU, yaitu komunitas penggemar budaya populer Jepang yang aktif mengekspresikan identitasnya di ruang digital. Instagram, sebagai platform berbasis visual, menjadi medium utama dalam penyebaran simbol budaya, interaksi sosial, dan pembentukan identitas kolektif komunitas WIBU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Instagram dalam membentuk identitas subkultur WIBU di Kota Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap anggota komunitas WIBU. Kerangka analisis yang digunakan adalah New Media Theory oleh Pierre Lévy dan S-O-M-E Framework (Share, Optimize, Manage, Engage). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan sebagai ruang komunikasi budaya yang memungkinkan anggota komunitas WIBU memproduksi, menyebarkan, dan mengelola representasi identitas melalui konten visual dan interaksi digital. Aktivitas berbagi konten, optimalisasi fitur platform, pengelolaan identitas digital, serta keterlibatan antaranggota komunitas membentuk identitas kolektif yang bersifat hibrida antara budaya global dan lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai arena pembentukan identitas dan transformasi budaya di era digital.