Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus, hingga keluarga berencana. Pelayanan ini penting untuk mendeteksi faktor risiko secara dini, memberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan bayi, serta mencegah terjadinya komplikasi. Pada kehamilan Trimester III, anemia ringan merupakan salah satu kondisi yang memerlukan pemantauan dan penatalaksanaan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Tujuan penyusunan Laporan Tugas Akhir ini adalah melaksanakan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. S.S sesuai standar pelayanan kebidanan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus, hingga keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care pada satu klien, yaitu Ny. S.S. Asuhan dilakukan secara komprehensif melalui pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pendokumentasian menggunakan metode SOAP. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada kehamilan Trimester III Ny. S.S mengalami anemia ringan dengan kadar hemoglobin (Hb) 10,7 g/dL pada kunjungan tanggal 5 Mei 2026 dan 10,8 g/dL pada pemeriksaan tanggal 21 Mei 2026. Selain itu, ibu mengalami diare pada usia kehamilan 36 minggu yang menyebabkan penurunan berat badan sementara, serta kenaikan berat badan selama kehamilan sebesar 8 kg, dari 47 kg sebelum hamil menjadi 55 kg menjelang persalinan. Penatalaksanaan dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah, edukasi konsumsi makanan bergizi dan kaya zat besi, pemantauan Hb, penanganan keluhan diare, serta pemantauan pertumbuhan dan kesejahteraan janin. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi ibu dan janin tetap baik dan kehamilan berlangsung fisiologis. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 38 minggu 1 hari. Bayi lahir pada tanggal 25 Mei 2026 pukul 02.33 WITA dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan 3.000 gram, panjang badan 50 cm, lingkar kepala 31 cm, lingkar dada 31 cm, dan Apgar Score 8-9. Persalinan berlangsung fisiologis, dengan ditemukan robekan perineum derajat II yang dilakukan penjahitan dan tidak mengalami komplikasi. Masa nifas berlangsung fisiologis, luka perineum sembuh tanpa tanda infeksi, produksi ASI lancar, dan kadar Hb meningkat menjadi 11,5 g/dL. Asuhan bayi baru lahir meliputi pencegahan hipotermia, IMD, pemberian Vitamin K₁, imunisasi HB-0, serta tiga kali kunjungan neonatal. Hasil pemantauan menunjukkan bayi dalam kondisi sehat, tidak ditemukan tanda bahaya, dan berat badan meningkat menjadi 3.200 gram pada hari ke-5 serta 3.400 gram pada hari ke-14. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. S.S mendapatkan konseling dengan prinsip informed choice. Ibu sempat memilih KB implan, namun karena berpindah tempat tinggal mengikuti suami, ibu kemudian memilih dan menggunakan KB suntik 3 bulan (Triclofem 1 ml intramuskular). Pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. S.S telah dilakukan secara berkesinambungan sesuai standar pelayanan kebidanan. Asuhan yang diberikan mampu mendeteksi dan menangani anemia ringan serta faktor risiko lainnya selama kehamilan, mendukung proses persalinan dan masa nifas yang fisiologis, memantau pertumbuhan dan kesehatan neonatus, serta membantu ibu menentukan metode kontrasepsi sesuai kondisi dan kebutuhannya. Hasil akhir menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik.