Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PREVALENCE OF STUNTING EVENTS IN CHILDREN AGED 6-59 MONTHS: A METHA ANALYSYS Lina Darmayanti Bainuan; Poppy Wijayanti
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol 6 No 2 (2022): VOLUME 6 ISSUE 2 AUGUST 2022
Publisher : Bina Sehat Press. Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2022/Vol6/Iss2/396

Abstract

Stunting becomes a very serious problem because it is associated with a greater risk of pain and death, obesity, and future non-communicable diseases, short adults. Stunting is an intergenerational problem in the world. This study is a meta-analysis study and a systematic study. Researchers defined the feasibility criteria using the PICO model: the population of children is 6-59 months, intervention is non-exclusive breastfeeding, comparison is exclusive breastfeeding and outcome is stunting. The articles used were obtained from several electronic databases including PubMed, Science Direct and google Scholar. The articles used in this study are articles that have been published from 2018-2022. The process of searching for research data using the search words Exclusive breastfeeding AND Stunting AND 6-59 months AND Cross-Sectional AND Adjusted Odds Ratio Articles were collected using prisma diagrams and analyzed using the Review Manager 5.4 application. The results of the meta-analysis study in this study there are 3 articles consisting of the State of Ethiopia. Breastfeeding cannot exclusively increase the risk of stunting in children (aOR= 1.20; CI 95%= 0.49 to 2.91; I2= 89%) exclusive breastfeeding affects the incidence of stunting in children aged 6-59 months.
The Role of Social Media on Adolescent Behavior in Accessing Pornographic Content Ni Kadek Ayu Dwi Utami Ds; Komang Srititin Agustina; Ni Rai Sintya Agustini; Lina Darmayanti Bainuan
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v7i2.2569

Abstract

The development of the era followed by an increase in technological sophistication has resulted in easy access to information through various media including social media. Teenagers as one of the most active groups of people using technology are highly exposed to the influence of social media. This phenomenon has both positive and negative impacts on the behavior and mindset of adolescents, especially in accessing pornographic content. This study aims to look at the relationship between social media exposure and adolescent behavior in accessing pornographic content. This study used a cross-sectional analytic research approach with a total sample size of 76 samples. The sampling method used was probability proportional to size. The data source in this study is primary data obtained directly from adolescents through filling out questionnaires. Adolescents who easily access information media and have consumed pornography amounted to 48.7%, while adolescents who have difficulty accessing information media and have consumed pornography amounted to 83.8%, with a p value of 0.001. There is a relationship between information media access and pornography consumption. Despite the government's efforts to restrict pornographic content, this does not prevent teenagers from consuming pornographic content. They look for other alternatives in the form of media to access the content as stated by the teenagers in this study. Teenagers admitted that pornographic content is mostly accessed through websites, social media, whatsapp groups and telegrams. They access pornographic videos and photos more than pornographic stories/comics or porn games.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Pada Ny. S G4P3003 Kehamilan Trimester III, Persalinan, Nifas Neonatus Dan Keluarga Berencana Dengan Anemia Ringan Di TPMB “Nur Happy Yuliana Husin A.Md.Keb” Dinda Mauliya; Poppy Wijayanti; Lina Darmayanti Bainuan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus, hingga keluarga berencana. Pelayanan ini penting untuk mendeteksi faktor risiko secara dini, memberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan bayi, serta mencegah terjadinya komplikasi. Pada kehamilan Trimester III, anemia ringan merupakan salah satu kondisi yang memerlukan pemantauan dan penatalaksanaan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Tujuan penyusunan Laporan Tugas Akhir ini adalah melaksanakan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. S.S sesuai standar pelayanan kebidanan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus, hingga keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care pada satu klien, yaitu Ny. S.S. Asuhan dilakukan secara komprehensif melalui pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pendokumentasian menggunakan metode SOAP. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada kehamilan Trimester III Ny. S.S mengalami anemia ringan dengan kadar hemoglobin (Hb) 10,7 g/dL pada kunjungan tanggal 5 Mei 2026 dan 10,8 g/dL pada pemeriksaan tanggal 21 Mei 2026. Selain itu, ibu mengalami diare pada usia kehamilan 36 minggu yang menyebabkan penurunan berat badan sementara, serta kenaikan berat badan selama kehamilan sebesar 8 kg, dari 47 kg sebelum hamil menjadi 55 kg menjelang persalinan. Penatalaksanaan dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah, edukasi konsumsi makanan bergizi dan kaya zat besi, pemantauan Hb, penanganan keluhan diare, serta pemantauan pertumbuhan dan kesejahteraan janin. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi ibu dan janin tetap baik dan kehamilan berlangsung fisiologis. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 38 minggu 1 hari. Bayi lahir pada tanggal 25 Mei 2026 pukul 02.33 WITA dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan 3.000 gram, panjang badan 50 cm, lingkar kepala 31 cm, lingkar dada 31 cm, dan Apgar Score 8-9. Persalinan berlangsung fisiologis, dengan ditemukan robekan perineum derajat II yang dilakukan penjahitan dan tidak mengalami komplikasi. Masa nifas berlangsung fisiologis, luka perineum sembuh tanpa tanda infeksi, produksi ASI lancar, dan kadar Hb meningkat menjadi 11,5 g/dL. Asuhan bayi baru lahir meliputi pencegahan hipotermia, IMD, pemberian Vitamin K₁, imunisasi HB-0, serta tiga kali kunjungan neonatal. Hasil pemantauan menunjukkan bayi dalam kondisi sehat, tidak ditemukan tanda bahaya, dan berat badan meningkat menjadi 3.200 gram pada hari ke-5 serta 3.400 gram pada hari ke-14. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. S.S mendapatkan konseling dengan prinsip informed choice. Ibu sempat memilih KB implan, namun karena berpindah tempat tinggal mengikuti suami, ibu kemudian memilih dan menggunakan KB suntik 3 bulan (Triclofem 1 ml intramuskular). Pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. S.S telah dilakukan secara berkesinambungan sesuai standar pelayanan kebidanan. Asuhan yang diberikan mampu mendeteksi dan menangani anemia ringan serta faktor risiko lainnya selama kehamilan, mendukung proses persalinan dan masa nifas yang fisiologis, memantau pertumbuhan dan kesehatan neonatus, serta membantu ibu menentukan metode kontrasepsi sesuai kondisi dan kebutuhannya. Hasil akhir menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik.
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. “A. K” G3P1011 KEHAMILAN TRIMESTER III, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS DAN KELUARGA BERENCANA DI TPMB “NI LUH MADE ASMARIANI S.Keb. Bdn” Dewi Hani Vernanda Baidowi; Ketut Anom Sri Kesumawati; Lina Darmayanti Bainuan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.381

Abstract

Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care/CoC) pada Ny. "A.K" di TPMB Ni Luh Made Asmariani, S.Keb., Bdn., yang terdokumentasi menggunakan format SOAP. Asuhan antenatal dilakukan sebanyak 4 kali mulai UK 36 minggu 2 hari hingga 39 minggu 2 hari. Keluhan sering BAK dan nyeri perut bawah diatasi dengan KIE hidrasi, teknik relaksasi, dan pengaturan posisi tidur. Kenaikan BB total selama hamil terpantau sebesar 15 kg (IMT normal), dengan intervensi khusus berupa pembatasan gula pada K4 akibat lonjakan BB 2 kg seminggu. Proses persalinan terjadi pada UK 40 minggu (G3P1011) dengan fase aktif kala I berlangsung selama 10 jam. Kala II berlangsung 25 menit, melahirkan bayi perempuan secara spontan (Apgar Score 8/9, BB 2.850 g, PB 49 cm) dilanjutkan IMD 1 jam. Manajemen aktif kala III berlangsung 5 menit hingga plasenta lahir lengkap. Robekan jalan lahir derajat II berhasil ditatalaksana dengan penjahitan jelujur, dan pemantauan kala IV menunjukkan parameter hemodinamik yang stabil. Asuhan masa nifas (KF 1–KF 4) dan neonatal (KN 1–KN 4) menunjukkan hasil fisiologis. Involusi uterus dan pengeluaran lochea berjalan normal, didukung pemberian Amoxicillin dan Paracetamol pascasalin. Bayi mendapatkan ASI eksklusif dengan peningkatan BB yang baik (mencapai 3.350 g pada hari ke-14) tanpa komplikasi. Sebagai penutup asuhan CoC, pada postpartum hari ke-51, pasien diberikan kontrasepsi suntik progestin 3 bulan (Triclofem) pasca-uji HCG negatif, dengan jadwal kunjungan ulang pada 24 September 2026.