Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Pada Ny. ”S” G1P0000, Kehamilan Trimester Iii, Persalinan, Nifas, Neonatus Dan Keluarga Berencana Dengan Underweight Di PMB “I. GST. N. MD DWI IRAWATI, SST” Aulia Ajeng Agustina; Poppy Wijayanti; Komang Srititin Agustina
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.367

Abstract

Asuhan kebidanan secara Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana (KB). Pendekatan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh, mendeteksi komplikasi sejak dini, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. "S" dengan status gizi underweight (IMT pra hamil 18,2 kg/m²) di TPMB I. GST. N. MD. Dwi Irawati, SST Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi menggunakan Buku KIA. Seluruh hasil asuhan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan dilakukan tiga kali kunjungan antenatal pada trimester III. Meskipun ibu memiliki status gizi underweight, kondisi ibu dan janin tetap baik, pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan, dan tidak ditemukan komplikasi. Persalinan berlangsung spontan pervaginam pada tanggal 8 Mei 2026. Bayi lahir pukul 09.51 WITA dengan berat badan 3.500 gram, panjang badan 50 cm, dan APGAR Score 8–9. Episiotomi dilakukan atas indikasi perineum kaku sehingga terjadi laserasi perineum derajat II dan telah dilakukan penjahitan. Masa nifas dipantau melalui empat kali kunjungan dengan hasil involusi uterus sesuai, kontraksi uterus baik, perubahan lochea normal, luka perineum sembuh tanpa tanda infeksi, serta produksi ASI lancar. Asuhan neonatus dilakukan melalui tiga kali kunjungan. Bayi mampu menyusu dengan baik, tanda vital dalam batas normal, tidak ditemukan ikterus maupun tanda bahaya, telah mendapatkan IMD, profilaksis mata, vitamin K1, imunisasi Hepatitis B dosis lahir (HB-0), dan imunisasi BCG sesuai jadwal. Berat badan bayi meningkat menjadi 3.650 gram pada akhir pemantauan. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu diberikan konseling mengenai pilihan kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui dan memutuskan menjadi akseptor baru KB kondom. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan secara Continuity of Care, kehamilan, persalinan, masa nifas, neonatus, dan pelayanan KB pada Ny. "S" berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Asuhan yang diberikan secara berkesinambungan membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi serta mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan penggunaan kontrasepsi yang sesuai