Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Tingkat Kecemasan dan Stres pada Ibu Nifas: Double-Blind Randomized Controlled Trial Sulasmi; Erna Yovi Kurniawati
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 4 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i4.22

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis yang rentan terhadap gangguan mental seperti kecemasan dan stres postpartum. Pendekatan komplementer seperti pijat oksitosin menawarkan alternatif non-farmakologis yang potensial. Penelitian bertujuan menilai efektivitas pijat oksitosin dalam menurunkan tingkat kecemasan dan stres pada ibu nifas. Desain randomized controlled trial dengan pre-test dan post-test double-blind. Enam puluh responden dibagi acak ke dalam kelompok intervensi (pijat oksitosin 14 hari) dan kontrol. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan stres dengan Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Kelompok intervensi menunjukkan penurunan signifikan skor HARS (20,30 ± 0,36 menjadi 17,00 ± 0,37; p < 0,001) dan PSS (26,93 ± 0,39 menjadi 23,03 ± 0,38; p < 0,001) dibandingkan kelompok kontrol. Pijat oksitosin efektif melalui mekanisme peningkatan oksitosin endogen, penurunan kortisol, serta penguatan ikatan emosional. Pijat oksitosin efektif dan layak dipertimbangkan sebagai bagian dari layanan kesehatan postpartum. Studi lanjutan berbasis biomarker dan perluasan populasi diperlukan untuk memperkuat bukti.
Education on the Utilization of Herbal Phytotherapy Moringa Aloifera as an Alternative Nutritional Intervention for the Prevention of Stunting in Toddlers Vinilia Ihramatul Muhlida; Erna Yovi Kurniawati
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 4 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i4.23

Abstract

Stunting remains a major chronic nutritional issue in Indonesia, including the Yogyakarta region. One preventive approach is nutrition education during the pre-marital period. Moringa oleifera is recognized as a highly nutritious local plant with potential in preventing stunting. This study employed a double-blind randomized controlled trial design involving 46 prospective brides in Yogyakarta. The intervention group received herbal phytotherapy education through an online pocketbook focused on the benefits of Moringa oleifera, while the control group received standard education from the Religious Affairs Office (KUA). Knowledge levels were assessed before and after the intervention using a structured questionnaire. There was a significant increase in knowledge scores in the intervention group (pre-test: 48.55 ± 0.93; post-test: 75.09 ± 0.95; p = 0.016), while the increase in the control group was not statistically significant. An independent t-test showed a significant difference in post-test scores between the two groups (p = 0.003). Online pocketbook-based education on Moringa oleifera herbal phytotherapy effectively increased knowledge of stunting prevention among prospective brides. This approach has strong potential as a community intervention strategy that is locally sourced, low-cost, accessible, and sustainable.
Hubungan Anemia pada Remaja Putri dengan Kejadian Anemia Kehamilan dan Risiko Stunting pada Anak Sylvia; Erna Yovi Kurniawati; Silvia Rizki Syah Putri
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 4 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i4.24

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Salah satu faktor risikonya adalah anemia pada ibu hamil, yang sering kali berakar sejak masa remaja. Anemia pada remaja putri, akibat kebutuhan zat besi yang tinggi tanpa asupan gizi memadai, dapat berlanjut menjadi anemia kehamilan dan berdampak pada tumbuh kembang anak. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel terdiri dari 120 ibu yang memiliki anak usia 12–59 bulan, dipilih secara purposive berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, pengukuran antropometri anak, serta verifikasi dari buku KIA atau rekam medis. Analisis dilakukan secara deskriptif dan tabulasi silang. Sebanyak 75% responden memiliki riwayat anemia saat remaja, 60% mengalami anemia selama kehamilan, dan 45% anak teridentifikasi mengalami stunting. Riwayat anemia remaja menunjukkan kecenderungan berhubungan dengan kejadian anemia kehamilan dan stunting anak. Hasil ini mengindikasikan adanya mata rantai biologis dan sosial antara anemia remaja, anemia kehamilan, dan stunting anak. Intervensi gizi pada remaja putri perlu diperkuat sebagai upaya pencegahan stunting jangka panjang. Studi lanjutan dengan pendekatan longitudinal disarankan untuk memperkuat bukti hubungan kausal.
Asosiasi antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Siswi dalam Pencegahan Infeksi Menular Seksual Margiyati; Erna Yovi Kurniawati
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 4 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i4.26

Abstract

Sexually transmitted infections (STIs) remain a major reproductive health concern among adolescents, particularly female students with varying levels of knowledge and attitudes toward preventive behavior. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and attitude toward preventive behavior against STIs. This research employed a descriptive-correlational design with a cross-sectional approach, conducted at Abu Bakar Integrated Islamic Senior High School, Yogyakarta. The population consisted of 29 female students selected through total sampling. Data were collected using validated and reliable standardized questionnaires and analyzed using multiple linear regression with a 0.05 significance level. The analysis revealed no significant relationship between knowledge and attitude with STI preventive behavior (p>0.05). The R² value of 0.170 indicated that knowledge and attitude contributed only 17% to preventive behavior, while 83% was influenced by other factors. Knowledge and attitude were not the dominant factors shaping preventive behavior toward STIs. Future educational interventions should integrate social, cultural, and religious determinants to enhance adolescent health behavior.