Pemanfaatan energi terbarukan melalui instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap saat ini menjadi prioritas sektor industri untuk efisiensi energi dan reduksi emisi karbon. Namun, penambahan beban panel surya pada bangunan eksisting berpotensi mengubah konfigurasi beban dan memengaruhi keamanan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas struktur baja bangunan pabrik PT XYZ setelah penambahan beban mati tambahan (Superimposed Dead Load) dari sistem panel surya seberat 38 kg. Struktur yang ditinjau menggunakan sistem rangka portal kaku dengan material baja profil WF dan purlin CNP. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan (data primer) untuk memverifikasi kondisi fisik material dan simulasi numerik 3D berbasis Finite Element Method (FEM) menggunakan perangkat lunak SAP2000. Evaluasi kekuatan mengacu pada standar SNI 1727:2020 untuk pembebanan, SNI 1726:2019 untuk ketahanan gempa, serta SNI 1729:2020 untuk spesifikasi desain baja dengan metode LRFD. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur eksisting masih memenuhi persyaratan keamanan dan kekuatan pasca penambahan beban PLTS. Elemen purlin mengalami dampak paling signifikan dengan kenaikan lendutan sebesar 177% dan momen lentur 177%, namun tetap aman dengan rasio utilitas maksimal 0,67. Elemen rafter dan kolom menunjukkan kinerja yang stabil, rafter hanya mengalami kenaikan rasio utilitas menjadi 0,030 (3%), sedangkan kolom sebagai elemen kritis memiliki rasio utilitas tertinggi sebesar 0,660 (66%) yang masih berada di bawah batas izin 1,0. Berdasarkan hasil tersebut, instalasi panel surya pada atap pabrik PT XYZ dinyatakan aman secara struktural dan layak diimplementasikan.