Mildria Efrita
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Produk Domestik Bruto, Suku Bunga, Uang Elektronik dan Uang Kartal Terhadap Kecepatan Perputaran Uang (Velocity of Money) di Indonesia Mildria Efrita; Syapsan Syapsan; Cut Endang Kurniasih
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), suku bunga (BI Rate), uang elektronik (e-money), dan uang kartal terhadap kecepatan perputaran uang (velocity of money) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder time series periode 2011–2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengetahui hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Bounds Test terdapat hubungan jangka panjang antara PDB, suku bunga, uang elektronik dan uang kartal terhadap velocity of money. Dalam jangka pendek, PDB dan uang kartal berpengaruh signifikan terhadap kecepatan perputaran uang, sedangkan suku bunga hanya berpengaruh lemah dan uang elektronik tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, dalam jangka panjang, PDB, suku bunga, dan uang kartal terbukti berpengaruh signifikan terhadap velocity of money, sedangkan uang elektronik tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor fundamental seperti PDB, kebijakan suku bunga, dan penggunaan uang tunai masih menjadi penentu utama dalam pergerakan kecepatan perputaran uang di Indonesia, sementara itu perkembangan uang elektronik belum memberikan dampak yang signifikan secara langsung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan moneter dan sistem pembayaran yang lebih efektif.