Polamolo, Dwi Yuliana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETEKSI PRESUMTIF BAKTERI Staphylococcus spp. PADA CAIRAN RENDAMAN LENSA KONTAK Polamolo, Dwi Yuliana; Uno, Wirnangsi Din; Kumaji, Syam S.
Jambura Edu Biosfer Journal Vol 8, No 1 (2026): Jambura Edu Biosfer Journal
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jebj.v8i1.36471

Abstract

Kontaminasi mikroba pada cairan rendaman lensa kontak dapat meningkatkan risiko gangguan pada mata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter fenotipik isolat bakteri terduga Staphylococcus spp. pada cairan rendaman lensa kontak. Penelitian deskriptif ini menggunakan sepuluh sampel cairan rendaman yang diperoleh dari lima pengguna lensa kontak yang memenuhi kriteria inklusi. Setiap sampel diencerkan hingga 10⁻³, ditanam sebanyak 0,1 mL pada Mannitol Salt Agar (MSA), dan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24–48 jam. Satu koloni terpilih dari setiap sampel dimurnikan, kemudian dikarakterisasi berdasarkan morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan uji katalase. Sepuluh isolat yang diperoleh berbentuk koloni bulat dengan tepian utuh; enam isolat berwarna kuning dan empat isolat berwarna putih, sedangkan delapan isolat berelevasi timbul dan dua isolat datar. Seluruh isolat menunjukkan reaksi Gram positif dan katalase positif. Kombinasi pertumbuhan pada MSA, karakter kolonial, reaksi Gram, dan hasil uji katalase menunjukkan bahwa isolat tersebut memiliki karakter yang konsisten dengan bakteri terduga Staphylococcus spp. Namun, rangkaian uji masih perlu dilakukan untuk mengonfirmasi identitas hingga tingkat genus atau spesies karena penelitian belum melakukan  uji koagulase, panel biokimia tambahan, spektrometri massa, atau analisis molekuler. Oleh karena itu, temuan ini merupakan deteksi presumtif dan perlu dikonfirmasi menggunakan metode identifikasi yang lebih spesifik. Penelitian lanjutan juga perlu melibatkan sampel yang lebih besar serta kontrol mutu laboratorium yang terdokumentasi.