Alit Rosad Nurdin
Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI) Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Psikolinguistik terhadap Implementasi KMA Nomor 183 Tahun 2019 dalam Buku Ajar Bahasa Arab Madrasah Aliyah Kelas X Kemenag 2020 Alit Rosad Nurdin; Hoiruddin Fathurohman
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1211

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana prinsip psikolinguistik tercermin dalam desain Buku Ajar Bahasa Arab Madrasah Aliyah Kelas X terbitan Kementerian Agama 2020 sebagai implementasi KMA Nomor 183 Tahun 2019. Fokus penelitian dipertegas pada buku ajar sebagai korpus utama, sedangkan KMA 183/2019 digunakan sebagai landasan kebijakan; KTSP 2006 tidak dijadikan korpus analisis. Penelitian menggunakan analisis isi kualitatif terhadap enam bab dengan unit pencatatan berupa tema dan kompetensi, teks input, qawa'id, latihan empat keterampilan, serta penggunaan harakat. Pengodean deduktif memakai empat indikator: kesesuaian kognitif, conditioning/latihan, gradasi input dan scaffolding, serta tuntutan produksi bahasa. Hasil menunjukkan bahwa tema-tema buku dekat dengan konteks keseharian siswa, struktur bab mempertahankan pola latihan yang konsisten, dan qawa'id disusun dalam urutan yang menunjukkan gradasi materi. Bagian kalam dan kitabah muncul pada seluruh bab, sehingga dokumen menyediakan peluang produksi bahasa; namun kualitas dampaknya pada kemampuan siswa tidak dapat disimpulkan dari analisis dokumen. Sampel teks awal dan pertengahan buku juga menunjukkan penggunaan harakat yang tetap intensif tanpa skema fading yang dinyatakan secara eksplisit. Studi ini menyimpulkan bahwa desain buku mencerminkan sebagian prinsip konvergensi nature-nurture, tetapi pengaturan scaffolding, khususnya pelepasan harakat, perlu dirumuskan lebih eksplisit dan diuji secara empiris.