Masalah gizi kurang pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kambaniru, Kabupaten Sumba Timur masih tergolong tinggi, yakni mencapai 15,4% pada tahun 2026. Hal ini dipicu oleh rendahnya pengetahuan orang tua mengenai pemanfaatan pangan lokal untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta sistem pemantauan pertumbuhan yang masih dikelola secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android sebagai media edukasi dan pemantauan gizi mandiri bagi orang tua dalam mengatasi kondisi gizi kurang berdasarkan indikator antropometri Berat Badan menurut Usia (BB/U). Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall dengan pemodelan Unified Modeling Language (UML). Penentuan status gizi dilakukan secara otomatis melalui perhitungan rumus Z-Score berdasarkan standar resmi World Health Organization (WHO). Untuk mengoptimalkan variasi menu harian balita gizi kurang, sistem mengimplementasikan algoritma Fisher-Yates Shuffle guna mengacak rekomendasi kombinasi menu PMT berbasis pangan lokal selama 7 hari. Tingkat akurasi rekomendasi menu ini diukur dan divalidasi melalui kesesuaian komposisi nutrisi terhadap standar ahli gizi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi berhasil mendigitalisasi alur kerja pemantauan gizi, mampu mengotomatisasi perhitungan Z-Score secara real-time dan akurat, serta menyajikan variasi menu PMT dinamis tanpa duplikasi harian yang terbukti mampu memenuhi 100% Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian bagi balita usia 6–23 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini, aplikasi Android yang dikembangkan terbukti layak dan efektif digunakan sebagai media pendukung edukasi digital untuk meningkatkan pemahaman serta kemandirian orang tua dalam mengelola pola makan guna memperbaiki status gizi balita secara berkelanjutan di Sumba Timur.