Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan SIFAKUS (Sistem Informasi Fasilitas Khusus), sebuah aplikasi seluler yang dirancang untuk mendigitalisasi proses peminjaman fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda. Masalah utama yang diangkat adalah inefisiensi sistem manual yang menyebabkan keterlambatan respon dan risiko kehilangan data. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, sistem ini dibangun menggunakan framework Flutter, Supabase (PostgreSQL), dan Firebase Cloud Messaging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIFAKUS secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional, di mana waktu pemrosesan layanan meningkat dari rata-rata 15 menit pada sistem manual menjadi kurang dari 3 menit. Berdasarkan evaluasi menggunakan Skala Likert melalui User Acceptance Test (UAT) yang melibatkan pakar TI, praktisi bandara, dan pengguna, aplikasi ini memperoleh skor rata-rata sebesar 87,5%. Angka tersebut mengategorikan SIFAKUS dalam predikat "Sangat Layak" untuk diimplementasikan. Validasi teknis melalui Black Box Testing juga menunjukkan tingkat keberhasilan fungsional sebesar 100%. Dengan demikian, SIFAKUS terbukti menjadi solusi digital yang inovatif, transparan, dan inklusif dalam meningkatkan standar pelayanan minimum bagi penumpang disabilitas di bandara modern. Abstract This research focuses on the development of SIFAKUS (Sistem Informasi Fasilitas Khusus), a mobile-based application designed to digitalize the facility borrowing process for passengers with special needs at Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Airport, Samarinda. The primary issue addressed is the inefficiency of the current manual system, which leads to response delays and data integrity risks. Utilizing the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, the system was built using the Flutter framework, Supabase (PostgreSQL), and Firebase Cloud Messaging for real-time operational support. The research results demonstrate that the implementation of SIFAKUS significantly improves operational efficiency, reducing the average service processing time from 15 minutes under the manual system to less than 3 minutes.Based on the evaluation using a Likert Scale through a User Acceptance Test (UAT) involving IT experts, airport practitioners, and users, the application achieved an average score of 87.5%. This score categorizes SIFAKUS as "Highly Feasible" for operational implementation. Technical validation via Black Box Testing also indicated a 100% functional success rate. Thus, SIFAKUS is proven to be an innovative, transparent, and inclusive digital solution in enhancing minimum service standards for disabled passengers in modern airport systems.