Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Daur Ulang Limbah Cair Kedai Kopi Dengan Wastafel Portabel Untuk Digunakan Kembali Winardi; Isna Apriani; Lusiawati; Reyga Sikumbang; Augusto Yovando hadrian
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.104710

Abstract

Kota Pontianak selain dikenal sebagai Kota Khatulistiwa, juga dikenal sebagai kota 1001 warung kopi. Tercatat pada tahun 2023 jumlah unit warung kopi telah mencapai lebih dari 800 unit. Air limbah yang dihasilkan oleh kedai kopi memiliki karakteristik yang sama dengan limbah cair dari rumah makan, karena limbah yang diperoleh adalah hasil dari buangan wastafel atau setelah pencucian alat makan, alat masak, serta air kopi yang tidak habis diminum. Wastafel portabel ini dirangkai dengan susunan pengolahan yang dimulai dari koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi dalam wadah berukuran 20 L, yang di dalamnya terdapat pengaduk dengan motor kipas berkapasitas 3 tingkat kecepatan berbeda, yang berfungsi untuk mengaduk sampel bersama kapur dan tawas secara batch. Hasil dari unit filtrasi akan ditampung terlebih dahulu dalam wadah penampung yang selanjutnya akan dipompakan menuju membran reverse osmosis. Tahapan koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi efektif menurunkan warna hingga 95,46%, kekeruhan hingga 88,11%, dan meningkatkan pH menjadi 6,37. Proses adsorpsi dengan media filter secara efektif menurunkan warna sebesar 25,44%, kekeruhan sebesar 43,77%, dan pH menjadi 7,42. Terakhir, proses filtrasi dengan membran filter secara efektif menurunkan warna menjadi 87,86%, kekeruhan menjadi 99,9%, dan pH menjadi 6,6.