Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi akibat perubahan pertumbuhan, perkembangan, dan gaya hidup, termasuk pola tidur dan aktivitas fisik yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan status gizi remaja kelas XI di SKOI Kaltim (sistem asrama) dan SMAN 16 Samarinda (non-asrama) berdasarkan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas/LILA) serta hubungannya dengan pola tidur dan aktivitas fisik. Penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional komparatif dengan pendekatan kuantitatif pada 60 responden (30 siswa/siswi tiap sekolah) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan kuesioner Google Form, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (61,7%) memiliki status gizi baik, sedangkan sisanya mengalami gizi kurang (3,3%), overweight (18,3%), dan obesitas (16,7%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi olahraga (p=0,933), durasi olahraga (p=0,372), rata-rata waktu tidur (p=0,959), keteraturan waktu tidur (p=0,135), maupun rasa segar setelah bangun tidur (p=0,575) dengan status gizi. Uji Independent Sample T-test juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan status gizi berdasarkan IMT (p=0,501) maupun LILA (p=0,910) antara siswa/siswi SMAN 16 Samarinda dan SKOI Kaltim. Dapat disimpulkan bahwa jenis sistem sekolah, pola tidur, dan aktivitas fisik pada penelitian ini tidak berhubungan signifikan dengan status gizi remaja, sehingga faktor lain seperti pola konsumsi makan perlu menjadi perhatian utama.