A.Y.G Wibisono
Universitas Yatsi Madani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Santriwati Di Pondok Pesantren RJ Iin Nabila; A.Y.G Wibisono; Ida Faridah
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2267

Abstract

Pendahuluan: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri, faktor yang berperan terhadap terjadinya ISK adalah personal hygiene yang kurang baik, khususnya dalam menjaga kebersihan area genital, yang dapat meningkatkan risiko masuknya mikroorganisme ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian infeksi saluran kemih pada santriwati di Pondok Pesantren RJ. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik Sample: Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling, dengan jumlah responden 156 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner personal hygiene dan gejala ISK. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 82 responden (52,6%) memiliki personal hygiene buruk dan 120 responden (76,9%) mengalami gejala ISK. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p = 0,001 dan OR = 3,900, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara personal hygiene dengan kejadian ISK. Kesimpulan: Personal hygiene yang buruk meningkatkan risiko terjadinya ISK pada santriwati sehingga diperlukan edukasi dan penerapan personal hygiene yang baik sebagai upaya pencegahan ISK, terutama melalui peningkatan pengetahuan, kebiasaan hidup bersih, dan pemeliharaan kebersihan organ reproduksi secara rutin dan benar.
Hubungan Paparan Debu Dan Kepatuhan Penggunaan Masker Terhadap Kesehatan Paru-Paru Pada Pekerja Pabrik Industri Pembuatan Toren Air Di Ds. Klebet Kp. Pabuaran RT/004 RW/002 Kec. Kemiri Nur Cahyani; A.Y.G Wibisono; Ida Fardiah
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2270

Abstract

Pendahuluan : Penyakit sistem pernapasan masih menjadi masalah kesehatan di dunia. World Health Organization (WHO) 2025 melaporkan bahwa penyakit pernapasan kronis menyebabkan hampir 400.000 kematian setiap tahun di wilayah Eropa, dengan 80% kematian disebabkan oleh PPOK, Di Indonesia, paparan debu di lingkungan kerja dan rendahnya kepatuhan penggunaan masker merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan paru-paru.Tujuan: Mengetahui hubungan paparan debu dan kepatuhan penggunaan masker terhadap kesehatan paru-paru pada pekerja pabrik industri pembuatan toren air di Desa Klebet Kampung Pabuaran RT/004 RW/002 Kecamatan Kemiri. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 115 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai paparan debu, kepatuhan penggunaan masker, dan kesehatan paru-paru. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan nilai signifikan (p=0,05). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Paparan debu tinggi ditemukan pada 65,2% responden, ketidak patuhan penggunaan masker sebesar 42,6% dan kesehatan paru-paru kategori sedang sebesar 48,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan Terdapat hubungan signifikan antara paparan debu dengan kesehatan paru-paru (p=0,038) serta kepatuhan penggunaan masker dengan kesehatan paru-paru (p=0,000). Kesimpulan: Semakin tinggi paparan debu dan semakin rendah kepatuhan penggunaan masker, maka semakin besar risiko terjadinya gangguan kesehatan paru-paru pada pekerja. Upaya pengendalian debu dan peningkatan kepatuhan penggunaan APD diperlukan untuk menjaga kesehatan paru-paru pekerja.