Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Revitalisasi Situs Sejarah Makam "Pangeran Benowo" di Desa Wonomerto: Integrasi Dokumentasi Budaya, Media Promosi, dan Aksesibilitas Wisata Religi Marissa Kharisma Freisya; Bima Reza Amanda; Khabibatus Sa'ida Sa'ida; Reygandy Maulana Brilliant Brilliant; Anindita Dyah Agustin Agustin; Wanda Amalia Amalia; Desy Dwi Cahyani Cahyani; Erla Novita Sari Sari; Novita Eka Rahmadina Rahmadina; Syahinta Widia Fahira Fahira; Lolidya Pramay Sella Sella; Sephia Widya Wardani Wardani; Ilham Vicgianto Rahmadhan Rahmadhan; Prisilia Audria Veninda Veninda; Novia Arianti Arianti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4360

Abstract

Makam Pangeran Benowo yang terletak di Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, merupakan situs wisata religi dan sejarah yang belum banyak dikenal luas akibat minimnya dokumentasi, promosi, dan penanda arah menuju lokasi. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim KKN-P 34 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Participatory Action Research, yang dilakukan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pengumpulan data sejarah, produksi media promosi, dan penataan aksesibilitas. Wawancara mendalam bersama Bapak Watono selaku juru kunci makam, ditunjang observasi dan dokumentasi lapangan, digunakan untuk merekonstruksi narasi sejarah lisan Pangeran Benowo yang sebelumnya hanya tersimpan melalui penuturan langsung. Hasil dokumentasi sejarah tersebut kemudian dikembangkan menjadi video branding sebagai media promosi, sementara papan penunjuk arah dan plakat nama "Makam Pangeran Benowo" dirancang dan dipasang untuk meningkatkan kemudahan akses wisatawan menuju situs. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi antara dokumentasi sejarah, promosi digital, dan penataan infrastruktur aksesibilitas mampu mendukung upaya revitalisasi situs sejarah lokal secara efektif, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian nilai budaya lokal.