Makam Pangeran Benowo yang terletak di Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, merupakan situs wisata religi dan sejarah yang belum banyak dikenal luas akibat minimnya dokumentasi, promosi, dan penanda arah menuju lokasi. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim KKN-P 34 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Participatory Action Research, yang dilakukan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pengumpulan data sejarah, produksi media promosi, dan penataan aksesibilitas. Wawancara mendalam bersama Bapak Watono selaku juru kunci makam, ditunjang observasi dan dokumentasi lapangan, digunakan untuk merekonstruksi narasi sejarah lisan Pangeran Benowo yang sebelumnya hanya tersimpan melalui penuturan langsung. Hasil dokumentasi sejarah tersebut kemudian dikembangkan menjadi video branding sebagai media promosi, sementara papan penunjuk arah dan plakat nama "Makam Pangeran Benowo" dirancang dan dipasang untuk meningkatkan kemudahan akses wisatawan menuju situs. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi antara dokumentasi sejarah, promosi digital, dan penataan infrastruktur aksesibilitas mampu mendukung upaya revitalisasi situs sejarah lokal secara efektif, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian nilai budaya lokal.
Copyrights © 2026