This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Norsyifa Norsyifa
Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian dan Aspek Motorik Halus Menggunakan Kombinasi Model Project Based Learning dan Direct Instruction dengan Media Kertas Bergambar pada Anak Kelompok B2 TK Mawar Berangas Timur Norsyifa Norsyifa; Celia Cinantya
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18912

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas anak, kemandirian anak, dan kemampuan aspek motorik halus anak dalam mengguntig sesuai pola. Hal ini disebabkan pembelajaran yang bersifat satu arah, penggunaan media kurang bervariasi dan kurang menarik dan kurangnya kesempatan anak untuk berlatih keterampilan motorik halus secara langsung. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, kemandirian dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh kategori sangat baik, aktivitas anak memproleh kategori Sangat Aktif, kemandirian anak memproleh kategori Sangat Mandiri, dan hasil perkembangan motorik halus anak memperoleh kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi Model Project Based Learning dan Direct Instruction dan Media Kertas Bergambar dapat meningkatkan hasil belajar anak. Pada aktivitas guru mencapai kriteria sangat baik dan aktivitas anak mencapai kriteria sangat aktif kemandirian anak mencapai skor sangat mandiri serta perkembangan motorik halus anak mencapai berkembang sangat baik. Diharapkan bagi guru, kepala sekolah dan peneliti selanjutnya dapat menjadi salah satu alternatif saat memilih model pembelajaran secara keseluruhan.