p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Nurhadji Nugraha
Universitas PGRI Madiun, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Cooperative Learning Tipe Team Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas III SDN 02 Nambangan Kidul Mike Budi Saputri; Nurhadji Nugraha; Moh. Rifai
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20008

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar IPAS siswa kelas III SDN 02 Nambangan Kidul. Kondisi awal ditunjukkan oleh rata-rata skor motivasi belajar sebesar 2,21 yang berada pada kategori rendah, rata-rata hasil belajar sebesar 68,4, serta ketuntasan klasikal yang baru mencapai 39%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Cooperative Learning tipe Team Games Tournament (TGT). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas III SDN 02 Nambangan Kidul Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, yang ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 2,21 pada prasiklus menjadi 2,89 pada Siklus I dan 3,42 pada Siklus II. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, yaitu dari rata-rata 68,4 dengan ketuntasan klasikal 39% pada prasiklus menjadi 77,5 dengan ketuntasan 61% pada Siklus I, kemudian meningkat menjadi 87,1 dengan ketuntasan klasikal 89% pada Siklus II. Dengan demikian, model Cooperative Learning tipe Team Games Tournament (TGT) terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model TGT yang mengintegrasikan pembelajaran kooperatif, permainan akademik, dan turnamen secara sistematis dalam pembelajaran IPAS sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar secara simultan. Temuan ini memperkaya bukti empiris mengenai efektivitas TGT sebagai strategi pembelajaran yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Google Sites untuk Meningkatkan Literasi Sosial dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMPN 6 Madiun Neny Indriana; Sudarmiani Sudarmiani; Nurhadji Nugraha
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20891

Abstract

Rendahnya literasi sosial dan hasil belajar IPS siswa kelas VII-G SMPN 6 Madiun menjadi latar belakang penelitian ini, ditunjukkan oleh rata-rata literasi sosial pra-siklus hanya 50% (kategori rendah) dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 47%. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan literasi sosial dan hasil belajar IPS melalui pemanfaatan media pembelajaran Google Sites. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 30 siswa kelas VII-G tahun pelajaran 2025/2026. Setiap siklus mencakup empat tahap: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket literasi sosial, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Pada siklus II, model Problem Based Learning (PBL) diintegrasikan ke dalam pemanfaatan Google Sites untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten pada ketiga aspek yang diukur. Literasi sosial meningkat dari 50% (Rendah) menjadi 70% (Cukup) pada siklus I, dan mencapai 83% (Baik) pada siklus II. Ketuntasan klasikal hasil belajar meningkat dari 47% menjadi 67% pada siklus I, dan 83% pada siklus II, melampaui indikator keberhasilan minimal 75%. Penelitian ini menegaskan bahwa Google Sites yang dikombinasikan dengan model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan interaksi, kolaborasi, dan pemahaman sosial siswa sekaligus mendorong capaian akademik. Integrasi media digital berbasis web berpotensi menjadi solusi inovatif dalam memperkuat pembelajaran IPS yang berpusat pada siswa.