This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Moh. Iqbal Ramadhan
Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Pendengar terhadap Bahasa Emosional dalam Album Lagipula Hidup Akan Berakhir (LHAB) Karya Hindia: Kajian Psikolinguistik Fatih Habib Nasrulloh Ramadhani; Moh. Iqbal Ramadhan; Aulia Rega Qiranniyah; Juwita Ratna Prameswari; Gheasyta Azzahra Ramadhani; Riki Nasrullah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20887

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi pendengar terhadap bahasa emosional dalam album Lagipula Hidup Akan Berakhir (LHAB) karya Hindia melalui pendekatan psikolinguistik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dua sumber data: lirik 28 lagu album LHAB sebagai data primer, dan angket terbuka yang disebarkan kepada 58 responden sebagai data sekunder. Responden dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria telah mendengarkan minimal tiga lagu dalam album tersebut dan berusia 15–30 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa emosional dalam album LHAB mencakup emosi primer, emosi terkait rangsangan sensor, emosi terkait penilaian diri, emosi terkait orang lain, dan emosi bersifat menghargai. Dari sisi persepsi pendengar, sebanyak 88% responden menilai diksi Hindia bersifat jujur dan autentik; 81% merasa lega dan tervalidasi saat mendengarkan lagu bertema kecemasan; 83% mengaku lebih menerima diri setelah mendengarkan lagu bermuatan apresiasi; dan 76% menyatakan album ini dapat berfungsi sebagai media terapi emosional. Secara psikolinguistik, album LHAB menjalankan tiga fungsi utama bagi pendengar: kesesuaian skema kognitif (cognitive schema alignment) yang membangun kedekatan emosional, fungsi katarsis (cathartic function of language) yang memvalidasi emosi negatif, serta mekanisme restrukturisasi kognitif (cognitive restructuring) yang mendorong pendengar memandang diri secara lebih positif. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam karya musik populer mampu melampaui fungsi estetik dan menyentuh fungsi psikologis kolektif pendengar.