Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) is a program organized by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology through the Directorate of Learning and Student Affairs, Directorate General of Higher Education, Research and Technology, and implemented through higher education institutions based on community service and empowerment activities. Unit Pengabdian Masyarakat, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, implemented the program in Sikapat Village. Eggshell waste generated by a local poultry company reaches 7 tons per month and is not optimally utilized, potentially causing environmental pollution. The program collaborated with the Griya Tani Group to utilize eggshell waste as liquid organic fertilizer, improve members knowledge, and increasing the capacity of farmer groups to produce value-added liquid organic fertilizer products. Activities included socialization, training and direct demonstrations. The treatments consisted of non-shell (P2), pure shell (P3), washed shell (P4), and boiled shell (P5) with pure urine as the control variable (P1). Materials included sheep urine, eggshell, rice washing water, coconut water, banana stems, molasses, EM4, and well water. The resulting liquid organic fertilizer showed high total dissolved solids (TDS), salt content, and appropriate pH values in accordance with Minister of Agriculture Decree No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Calcium (Ca) and magnesium (Mg) contents met SNI-19-7030-2004 standard, while Fe content complied with the Minister of Agriculture Decree No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Participants knowledge increased with an N-gain score of 43% (moderate category), and they showed strong interest in independently producing liquid organic fertilizer. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) merupakan program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi melalui perguruan tinggi berbasis program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Unit Pengabdian Masyarakat, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman sebagai tim pelaksana PPK Ormawa mengimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan di Desa Sikapat. Potensi limbah kerabang telur berasal dari salah satu perusahaan unggas di Desa Sikapat sebanyak 7 ton/bulan dan tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan pengabdian untuk berkolaborasi dengan Kelompok Griya Tani Desa Sikapat dalam pemanfaatan limbah kerabang telur menjadi pupuk organik cair, meningkatkan pengetahuan anggota kelompok, serta meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam menghasilkan produk pupuk organik cair bernilai guna. Metode meliputi sosialisasi pelatihan dan demonstrasi secara langsung. Pembuatan pupuk organik cair terbagi menjadi, non kerabang (P2), kerabang murni (P3) kerabang dicuci (P4), dan kerabang direbus (P5) dengan variabel kontrol urin murni (P1). Materi pembuatan pupuk organik cair limbah kerabang telur terdiri dari urin domba, kerabang telur, air cucian beras, air kelapa, bonggol pisang, molases, EM4, dan air sumur. Hasil pengabdian menunjukkan kualitas pupuk organik cair ditinjau dari total dissolved solids (TDS), garam (salt), dan pH menggunakan TDS meter diperoleh hasil yang tinggi serta pH baik, sesuai KepMentan Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Kandungan pupuk organik cair dari kalsium (Ca), magnesium (Mg) memenuhi SNI-19-7030-2004, dan Fe memenuhi KEPMENTAN 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Pengetahuan Kelompok Griya Tani tentang pupuk organik cair meningkat dengan N-gain 43% (sedang), serta memiliki minat tinggi melakukan praktik pembuatan pupuk organik cair secara mandiri.