Melani Sinta Rahma Santosa
Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Cluster antara Metode Hierarki dan Non-Hierarki untuk Kriminalitas di Provinsi Jawa Timur Swasono Rahardjo; Melani Sinta Rahma Santosa
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n02.p146 - 156

Abstract

Selama empat tahun terakhir, tindak kriminalitas di Jawa Timur mengalami cedera. Kondisi tersebut dapat meresahkan dan mempengaruhi rasa aman masyarakat. Tindakan yang dapat diambil untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan mengelompokkan wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur menurut indikator kriminalitas, yaitu dengan analisis cluster . Terdapat dua metode utama dalam analisis cluster , yaitu Hierarki dan Non-Hierarki. Dalam penelitian ini membahas analisis cluster menggunakan kedua metode tersebut untuk kriminalitas di Jawa Timur. Selanjutnya, pengelompokan wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur menurut indikator kriminalitas dilakukan menggunakan hasil terbaik berdasarkan perhitungan indeks validitas Davies-Bouldin (DB), Silhouette, Calinski-Harabasz (CH), Dunn, dan Connectivity . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengelompokan daerah rawan kriminalitas di Provinsi Jawa Timur yang terbaik. Untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini, analisis dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa software Minitab 19 dan RStudio . Hasil analisis menunjukkan bahwa metode terbaik dalam analisis cluster antara metode Hierarki dan Non-Hierarki untuk kriminalitas di Jawa Timur adalah K-Medoids /PAM dengan 2 cluster , dengan 37 kabupaten/kota pada cluster 1 dan 1 kota pada cluster 2. Karakteristik setiap cluster nya adalah cluster 1 cluster 1 dapat dikategorikan sebagai kelompok wilayah dengan tingkat kriminalitas rendah. Sementara itu, pada cluster 2 dapat dikategorikan sebagai kelompok wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi.