Ridia Utami Kasih
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Petugas Rawat Inap di RSUD Kota Kendari Ima Rahmawati Malaka; Ririn Teguh Ardiansya; Ridia Utami Kasih
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1237

Abstract

Stres kerja pada petugas kesehatan merupakan permasalahan penting dalam manajemen sumber daya manusia di rumah sakit. Stres dapat muncul dari faktor biologis, psikologis, maupun sosial yang dialami selama bekerja. Data kunjungan rawat inap di RSUD Kota Kendari menunjukkan tren peningkatan, yaitu 10.203 pasien pada tahun 2022, 12.048 pasien pada tahun 2023, dan 12.011 pasien pada tahun 2024. Tingginya beban pelayanan ini berpotensi meningkatkan risiko stres kerja pada tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada petugas rawat inap di RSUD Kota Kendari. Penelitian menggunakan desain analitik dengan rancangan cross-sectional study. Populasi penelitian berjumlah 281 orang, dengan sampel sebanyak 74 responden yang ditentukan melalui simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan sedang antara stres biologis (X²= 23,801; φ = 0,567) dengan stres kerja. Selain itu, terdapat hubungan kuat antara stres psikologis (X²= 36,375; φ = 0,702) dan stres sosial (X²= 27,286; φ = 0,607) dengan stres kerja pada petugas rawat inap. Disarankan agar petugas kesehatan mampu mengelola stres melalui peningkatan dukungan sosial, pengendalian tekanan psikologis, serta menjaga kesehatan fisik dan mental dari kelelahan kerja.
Gambaran Higiene Dan Sanitasi Tempat Berdagang Penjaja Makanan di Sekitar Kawasan Industri Morosi Novi Arista; Ridia Utami Kasih; Indra Purnama Iqbah
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1533

Abstract

Kawasan industri yang berkembang pesat meningkatkan kebutuhan konsumsi makanan, sehingga keberadaan penjaja makanan menjadi sangat penting. Namun, praktik higiene dan sanitasi yang kurang memadai berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan penyakit bawaan makanan seperti diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi tempat berdagang penjaja makanan di sekitar Kawasan Industri Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional dan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif (analisis univariat) dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase untuk menggambarkan setiap variabel penelitian mengenai higiene penjaja makanan dan sanitasi tempat berdagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan higiene penjaja makanan dan sanitasi tempat berdagang masih belum sepenuhnya memenuhi standar kesehatan. Masih ditemukan penjaja yang tidak menggunakan alat pelindung diri secara lengkap, keterbatasan fasilitas cuci tangan dengan air bersih, serta pengelolaan sampah dan limbah yang belum optimal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi makanan oleh bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella di sekitar Kawasan Industri Morosi.