Stres kerja pada petugas kesehatan merupakan permasalahan penting dalam manajemen sumber daya manusia di rumah sakit. Stres dapat muncul dari faktor biologis, psikologis, maupun sosial yang dialami selama bekerja. Data kunjungan rawat inap di RSUD Kota Kendari menunjukkan tren peningkatan, yaitu 10.203 pasien pada tahun 2022, 12.048 pasien pada tahun 2023, dan 12.011 pasien pada tahun 2024. Tingginya beban pelayanan ini berpotensi meningkatkan risiko stres kerja pada tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada petugas rawat inap di RSUD Kota Kendari. Penelitian menggunakan desain analitik dengan rancangan cross-sectional study. Populasi penelitian berjumlah 281 orang, dengan sampel sebanyak 74 responden yang ditentukan melalui simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan sedang antara stres biologis (X²= 23,801; φ = 0,567) dengan stres kerja. Selain itu, terdapat hubungan kuat antara stres psikologis (X²= 36,375; φ = 0,702) dan stres sosial (X²= 27,286; φ = 0,607) dengan stres kerja pada petugas rawat inap. Disarankan agar petugas kesehatan mampu mengelola stres melalui peningkatan dukungan sosial, pengendalian tekanan psikologis, serta menjaga kesehatan fisik dan mental dari kelelahan kerja.