Kawasan industri yang berkembang pesat meningkatkan kebutuhan konsumsi makanan, sehingga keberadaan penjaja makanan menjadi sangat penting. Namun, praktik higiene dan sanitasi yang kurang memadai berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan penyakit bawaan makanan seperti diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi tempat berdagang penjaja makanan di sekitar Kawasan Industri Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional dan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif (analisis univariat) dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase untuk menggambarkan setiap variabel penelitian mengenai higiene penjaja makanan dan sanitasi tempat berdagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan higiene penjaja makanan dan sanitasi tempat berdagang masih belum sepenuhnya memenuhi standar kesehatan. Masih ditemukan penjaja yang tidak menggunakan alat pelindung diri secara lengkap, keterbatasan fasilitas cuci tangan dengan air bersih, serta pengelolaan sampah dan limbah yang belum optimal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi makanan oleh bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella di sekitar Kawasan Industri Morosi.