Wulan Sari
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pelayanan Efektif Kompetensi Tenaga Kesehatan dan Strategi Komunikasi dengan Kepuasan Pasien UPTD Puskesmas Labasa Wulan Sari; Hartian Dode; Cece Indriani Indriani
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1605

Abstract

Kualitas layanan menjadi elemen utama yang snagat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien, dimana pelayanan efektif kompetensi tenaga kesehatan dan strategi komunikasi bisa menentukan seberapa puas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara pelayanan efektif kompetensi tenaga kesehatan dan strategi komunikasi dengan kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Labasa Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-Sectional Study. Populasi penelitian berjumlah 1.387 orang dengan sampel penelitian sebanyak 93 responden yang dipilih berdasarkan rumus Slovin. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square serta koefisien phi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan efektif kompetensi tenaga kesehatan dan strategi komunikasi terhadap kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Labasa Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna, nilai uji statistik pelayanan efektif kompetensi tenaga kesehatan (X2= 21,459, p-value = 0,000, dan (φ) = 0,480), dan strategi komunikasi kesehatan (X2= 11,781, p-value = 0,003, dan (φ) = 0,356). Adapaun saran penelitian ini, tenaga kesehatan perlu meningkatkan komunikasi terapeutik dan kompetensi, serta puskesmas memperkuat SOP, sistem komunikasi, dan monitoring kepuasan pasien.