Hartian Dode
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor yang Mempengaruhi Stigma Masyarakat pada Penderita HIV/AIDS di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Nur Wulandari; Sitti Marya Ulva; Hartian Dode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Kasus HIV/AIDS di Kota Kendari tahun 2019 sebanyak 57 kasus, tahun 2020 sebanyak 79 kasus,tahun 2021 yaitu sebanyak 108 kasus Puskesmas Lepo-Lepo merupakan tempat layanan rujukan pemeriksaan HIV/AIDS di Kota Kendari, kasus HIV/AIDS yang diperiksa tahun tahun 2022 sebanyak 100 kasus dan tahun 2023 (Januari sampai Mei) mencapai 170 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi stigma masyarakat pada penderita HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo. Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi berjumlah 23.211 orang. Teknik sampling yaitu Stratified Random Sampling  dengan jumlah sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian yaitu pengetahuan berpengaruh terhadap stigma pada penderita HIV/AIDS dengan nilai p = 0,001 (p<0,05). Persepsi berpengaruh terhadap stigma pada penderita HIV/AIDS dengan nilai p = 0,000 (p<0,05) dan pendidikan berpengaruh terhadap stigma pada penderita HIV/AIDS dengan nilai p = 0,034 (p<0,05) di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, persepsi dan pendidikan berpengaruh terhadap stigma pada penderita HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari.
Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Kejadian Penyakit ISPA di Kelurahan Lembo Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara Hasniwati; Tasnim; Hartian Dode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Pada tahun 2022 kasus ISPA kembali meningkat yaitu sebanyak 469 kasus dengan jumlah penduduk 1009 jiwa di Puskesmas Lembo. Dimana kasus terbanyak berada pada Kelurahan Lembo dengan kisaran umur 25 – 44 Tahun yaitu berjumlah 190 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan terhadap kejadian penyakit ISPA di Kelurahan Lembo Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara. Jenis penelitian ini adalah pendekatan analitik observational dengan rancangan penelitian case control study dengan menggunakan pendekatan retrospektif. jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 190 KK dan sampel sebanyak 66 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan kepadatan hunian, ventilasi dan kebiasaan merokok merupakan faktor risiko kejadian penyakit ISPA di Kelurahan Lembo Kecamatan Leimbo Kabupaten Konawe Utara. Diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengelola program pencegahan dan penanggulangan penyakit ISPA seperti: promosi kesehatan mengenai ISPA, dan edukasi mengenai ISPA, sehingga dapat meminimalisir kejadian ISPA.
Pengaruh Pencahayaan dan Suhu Ruangan terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan Fa Shanu di Wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Munida Munida; Hartian Dode; Ahmad Syaiful
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v4i2.790

Abstract

Pencahayaan di tempat kerja yang minim akan berakibat pada kesehatan seperti kelelahan mata sehingga akan berdampak pada efisiensi kerja, kelelahan mental, pegal-pegal area mata serta sakit kepala di sekitar mata. Temperatur (Suhu), yang terlalu dingin mengakibatkan gairah kerja menurun, sedangkan apabila terlampau panas mengakibatkan cepat timbulnya kelelahan tubuh dan cenderung melakukan kesalahan dalam bekerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study.  Populasi dalam penelitian ini sebanyak 113 responden dengan jumlah sampel yaitu 54 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan pada variabel pencahayaan dengan sig. 0,000 < 0,05 T-hitung = 25.909 > T-tabel = 2.0141. Variabel suhu dengan nilai sig. 0,000 < 0,05 T-hitung = 13.795 > T-tabel = 2.0141. Disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pencahayaan ruangan dan suhu ruangan terhadap kinerja karyawan di Perusahaan Fa Shanu Di Wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari. Sebaiknya   Direktur PT. Fa Shanu Di Wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari agar pencahayaan ruangan tempat kerja ditingkatkan lagi sesuai dengan jenis pekerjaan dan peraturan pemerintah, dan agar menjaga suhu lingkungan kerja dalam rentang optimal, yaitu 20°C hingga 23°C. Pengaturan suhu yang nyaman dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas karyawan. Sistem pemanas dan pendingin yang efisien serta kontrol suhu yang tepat harus dipastikan untuk menghindari suhu ekstrem.
Faktor Kesehatan Lingkungan terhadap Kejadian Stunting pada Balita Aldi Aldi; La Ode Ali Hanafi; Hartian Dode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v4i3.917

Abstract

Prevalensi balita stunting mengalami penurunan di bawah target prevalensi tingkat provinsi yang ditargetkan pemerintah yang masing-masing sebesar 12 % dan 7 %. Namun masih menjadi perhatian untuk ditanggulangi. Faktor lingkungan diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya risiko faktor kesehatan lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerha Puskesmas Pomalaa. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan Case Control Study. Populasi dan sampel adalah balita stunting sebanyak 54 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sumber air minum, kepemilikan jamban, kebiasaan mencuci tangan, status ekonomi dan status gizi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pomalaa Kabupaten Kolaka dengan hasil uji chi-square masing-masing variabel memiliki nilai asymp.sig.(2-sided) sebesar 0,00 < α (0,05). Diharapkan bagi petugas kesehatan melakukan penyuluhan dan penyebarluasan informasi tentang stunting dan faktor yang menyebabkan terjadinya stunting kepada keluarga di Kecamatan Pomalaa.