Hawwa Assalwa
Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Wilayah Bali Akibat Tekanan Overtourism Haliza Rahma Dea; Hawwa Assalwa; Harby Harby; Nadeatul Asyira; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.523

Abstract

Bali sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia mengalami perkembangan sektor pariwisata yang sangat pesat dan memberikan pengaruh besar terhadap perubahan kondisi wilayah dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif fenomena overtourism dan implikasinya terhadap transformasi spasial serta struktural wilayah di Provinsi Bali. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal dan artikel akademik yang membahas pariwisata, perubahan penggunaan lahan, serta dampak sosial dan lingkungan di Bali. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata yang tidak terkontrol telah menyebabkan perubahan struktur wilayah, yang ditandai dengan alih fungsi lahan dari kawasan pertanian menjadi kawasan ekonomi berbasis pariwisata, meningkatnya kawasan terbangun, serta ketimpangan perkembangan antarwilayah dan di samping itu, fenomena overtourism turut memicu degradasi kualitas lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang masif, eskalasi volume timbulan sampah, serta tekanan yang signifikan terhadap daya dukung wilayah. Dari sisi sosial, terjadi pergeseran mata pencaharian masyarakat, perubahan nilai budaya, serta meningkatnya interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan yang memengaruhi struktur sosial. Secara komprehensif, fenomena overtourism tidak hanya mendistorsi aspek fisik wilayah, melainkan juga menekan kondisi lingkungan dan tatanan sosial secara simultan. Oleh karena itu, implementasi tata kelola pariwisata berbasis keberlanjutan mutlak diperlukan guna mengoptimalkan dinamika keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, konservasi lingkungan, serta eksistensi sosial-budaya masyarakat di Provinsi Bali.