Eggi Khoirani
Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Ketahanan Sosial pada Daerah Rawan Konflik di Kabupaten Nduga, Papua Rahmah Fadillah Ripaini; Merry Merlina; Eggi Khoirani; Alya Marni; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.525

Abstract

Kabupaten Nduga di Provinsi Papua Pegunungan merupakan wilayah dengan karakteristik geografis ekstrem yang ditandai oleh topografi pegunungan, keterisolasian wilayah, keterbatasan aksesibilitas, serta dinamika konflik bersenjata yang berlangsung secara berkepanjangan. Kondisi tersebut membentuk kerentanan sosial yang kompleks karena dipengaruhi oleh interaksi antara faktor spasial, struktur sosial, dan kapasitas adaptasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik geografis Kabupaten Nduga dengan kesiapsiagaan masyarakat serta ketahanan sosial dalam menghadapi konflik bersenjata melalui perspektif geografi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang diperoleh melalui database Google Scholar dan SINTA pada periode 2016–2026. Sebanyak 22 artikel dianalisis menggunakan teknik sintesis literatur dan analisis tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara kondisi geografis, dinamika konflik, kesiapsiagaan komunitas, dan modal sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterisolasian geografis Nduga meningkatkan kerentanan sosial melalui hambatan akses layanan dasar, ekonomi, dan perlindungan formal. Namun demikian, masyarakat memiliki kapasitas adaptasi melalui jaringan kekerabatan, kepemimpinan adat, pengetahuan lokal, sistem evakuasi berbasis komunitas, serta solidaritas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan sosial masyarakat Nduga tidak hanya ditentukan oleh intervensi eksternal, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial lokal yang perlu diperkuat melalui pembangunan berbasis konteks geografis dan budaya masyarakat adat.