Imam Kurniawan
Universitas Muhammadiyah Bima

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Epistemologi Pendidikan Islam: Integrasi Wahyu dan Ilmu Pengetahuan Umum Imam Kurniawan; Supriyadin Supriyadin; Muslimin Muslimin; Ruslan Ruslan
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.535

Abstract

Dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum masih menjadi persoalan epistemologis dalam pendidikan Islam yang menyebabkan keterpisahan antara dimensi spiritual, intelektual, dan empiris dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut berimplikasi terhadap rendahnya kemampuan peserta didik dalam menghubungkan nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi fondasi epistemologis pendidikan Islam berbasis integrasi wahyu dan ilmu pengetahuan umum serta merumuskan model implementasi pembelajaran holistik dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research melalui analisis konseptual kritis terhadap sumber primer dan sekunder terkait epistemologi Islam, integrasi ilmu, dan pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahap reduksi data, kategorisasi tematik, interpretasi filosofis, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma teoantroposentrik-integralistik dapat menjadi dasar rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam dengan menempatkan wahyu sebagai sumber nilai, akal sebagai instrumen rasional, dan pengalaman empiris sebagai sarana verifikasi ilmu. Implementasi paradigma tersebut diwujudkan melalui integrasi aspek filosofis, materi, metodologi, dan strategi pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual, kritis, dan transformatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi wahyu dan ilmu pengetahuan mampu menjadi solusi terhadap dikotomi pendidikan Islam serta memperkuat pembentukan peserta didik yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan intelektual, dan kemampuan adaptif menghadapi tantangan global.