Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Digital Literasi Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Pendidik Di Era Industri 4.0  (Studi Kasus Pada Pesantren Modern Kulni Cabang Cikande) Nur Fitriyanah; Kamaludin
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan digital literasi (X1) dan pengembangan digital literasi (X2) terhadap produktivitas tenaga kerja pendidik (Y) di Pesantren Modern Kulni pada era Industri 4.0, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan literasi digital di Indonesia yang berpotensi menghambat produktivitas dan daya saing, termasuk pada lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap seluruh populasi sebanyak 60 tenaga pendidik. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, regresi linier sederhana dan berganda, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan digital literasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pendidik (t hitung 2,359 > t tabel 1,672; Sig. 0,022 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 63,1%. Pengembangan digital literasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pendidik (t hitung 4,686 > t tabel 1,672; Sig. 0,000 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 70,8%. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pendidik (F hitung 78,478 > F tabel 3,16; Sig. < 0,001), dengan nilai korelasi (R) sebesar 0,856 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,734, yang berarti 73,4% variasi produktivitas tenaga kerja pendidik dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya 26,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Persamaan regresi berganda yang diperoleh adalah Y = -1,122 + 0,322X1 + 0,678X2. Pelatihan dan pengembangan digital literasi merupakan faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas tenaga pendidik di era transformasi digital, sehingga disarankan agar Pesantren Modern Kulni terus mengoptimalkan program pelatihan yang berkelanjutan, didukung oleh fasilitas dan kebijakan kelembagaan yang memadai.
Pengaruh Kompensasi Finansial dan Beban Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan Bagian Produksi di PT Charoen Pokphand Indonesia Ainun Nupus; Kamaludin
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22152109

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat turnover dan dinamika absensi karyawan bagian produksi pada sektor industri manufaktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kompensasi finansial dan beban kerja secara parsial maupun simultan terhadap loyalitas karyawan bagian produksi di PT Charoen Pokphand Indonesia Plant Cikande. Penelitian kuantitatif asosiatif ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data primer melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada 64 orang responden yang merupakan karyawan bagian produksi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang mencakup uji hipotesis parsial (uji ), uji hipotesis simultan (uji ), serta analisis koefisien determinasi () menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variabel kompensasi finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan (; ) dengan kontribusi sebesar 58,4%. Variabel beban kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan (; ) dengan kontribusi parsial sebesar 63,3%. Secara simultan, kompensasi finansial dan beban kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan (; ). Nilai koefisien determinasi () yang diperoleh sebesar 0,705 mengindikasikan bahwa kedua variabel independen tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 70,5% variasi loyalitas karyawan dalam kategori hubungan yang kuat, sementara sisanya sebesar 29,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan beban kerja yang proporsional dan pemberian kompensasi finansial yang adil secara bersama-sama menjadi strategi utama dalam meningkatkan komitmen serta loyalitas karyawan produksi di lingkungan manufaktur.