p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Nusi Usmanda
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Analisis Manajemen Kerumunan (Crowd Management) dan Faktor Daya Tarik Kategori Public Event: Studi Kasus Car Free Night Kota Praya Spesial Jaksa Menyapa Nusi Usmanda; Khaerul Mukminin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.19599

Abstract

Penyelenggaraan public event di ruang terbuka perkotaan memiliki kompleksitas operasional yang tinggi, terutama terkait lonjakan volume pengunjung dan kerentanan keamanan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen kerumunan (crowd management) secara komprehensif serta mengidentifikasi faktor-faktor daya tarik utama yang berkontribusi terhadap keberhasilan perhelatan "Car Free Night (CFN) Kota Praya: Spesial Jaksa Menyapa" pada 16 Mei 2026 di Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus lapangan (field study). Data primer dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi visual terhadap tata ruang, pergerakan pengunjung, serta fasilitas keamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen kerumunan diimplementasikan melalui empat lapis strategi terstruktur, meliputi zonasi ruang jalan (tata letak aliran/flow layout), segregasi lima titik kantong parkir strategis, pengerahan personel Dinas Perhubungan sebagai human traffic controller, serta mitigasi risiko proaktif melalui penyiagaan armada pemadam kebakaran. Sementara itu, faktor pendorong keberhasilan ekosistem event ini didasarkan pada konsep hybrid event yang mengintegrasikan tiga daya tarik utama: pelayanan publik interaktif (edutainment hukum dan booth OSS), aktivasi puluhan stan UMKM kuliner lokal, serta panggung hiburan seni pertunjukan langsung (anchor attraction). Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan antara inovasi diversifikasi program lintas sektoral dan kedisiplinan rekayasa ruang publik menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem event yang aman, tertib, serta berdampak ekonomi sirkular bagi masyarakat.
Analisis Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Ekowisata Berbasis Masyarakat : Studi Kasus Goa Lawah Lombok Barat Nusi Usmanda; Dwiyono Rudi Susanto; Amin Kiswantoro
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.20063

Abstract

Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan peran, kepentingan, dan tingkat pengaruh yang berbeda, sehingga pemetaan yang akurat menjadi prasyarat penting untuk menghindari konflik dan memastikan distribusi manfaat yang adil. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran, kepentingan, dan potensi konflik antarpemangku kepentingan dalam pengelolaan ekowisata Goa Lawah di Desa Wisata Lembah Sempaga, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik stakeholder analysis (identifikasi aktor, matriks pengaruh-kepentingan) yang didukung observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan masyarakat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi sembilan kategori aktor utama, meliputi pemerintah kabupaten, pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), masyarakat lokal termasuk Kelompok Wanita Tani, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, akademisi, pelaku usaha pariwisata, wisatawan, serta media sosial dan komunitas digital. Ditemukan pula lima pola potensi konflik yang bersumber dari kesenjangan distribusi manfaat, tumpang tindih kepentingan konservasi dan pemanfaatan wisata, ancaman pengambilalihan pengelolaan oleh investor eksternal, perbedaan norma budaya antara wisatawan dan warga, serta konflik internal kelembagaan Pokdarwis. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan forum koordinasi multipihak dan penyusunan Peraturan Desa tentang pengelolaan ekowisata sebagai instrumen mitigasi konflik dan penguatan tata kelola kolaboratif berbasis masyarakat.