This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Susi Susi
Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Insturmen Kebijakan Fiskal Sosial: Kajian Literatur dalam Perspektif Ekonomi Syariah Muhsyi Alyah; Susi Susi; Haslindah S; Otong Karyono
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.20784

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu instrumen kebijakan fiskal sosial yang memerlukan evaluasi terhadap efektivitas implementasinya, baik dari aspek kebijakan ekonomi maupun perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas MBG sebagai instrumen kebijakan fiskal sosial serta mengkaji implementasinya berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menghimpun, menelaah, dan menyintesiskan berbagai artikel ilmiah, buku, dokumen kebijakan, serta publikasi relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas MBG ditentukan oleh ketercapaian tujuan kebijakan, ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas tata kelola implementasi, dan keberlanjutan fiskal. Dalam perspektif ekonomi syariah, MBG memiliki orientasi yang selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah, terutama dalam mendukung perlindungan jiwa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, implementasinya masih memerlukan penguatan agar mampu mewujudkan maṣlaḥah, menjamin keadilan distributif (‘adl), serta menjunjung prinsip amanah dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik. Temuan penelitian menegaskan bahwa evaluasi kebijakan fiskal sosial perlu mengintegrasikan ukuran efektivitas kebijakan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah agar pelaksanaannya tidak hanya tepat sasaran dan berkelanjutan secara fiskal, tetapi juga adil serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.