Mobilitas mahasiswa internasional yang semakin meningkat menjadikan adaptasi budaya sebagai isu penting dalam kajian komunikasi antarbudaya. Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Taiwan menghadapi perbedaan bahasa, nilai, norma sosial, serta sistem akademik yang berpotensi menimbulkan hambatan komunikasi dan perbedaan budaya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian bertujuan untuk memahami dan menginterpretasikan makna pengalaman komunikasi adaptasi budaya mahasiswa Indonesia di Taiwan, serta mengungkap motif tindakan yang melandasi perilaku komunikasi mereka, baik motif karena (because motive) maupun motif tujuan (in-order-to motive). Fokus penelitian diarahkan pada pengalaman komunikasi mahasiswa Indonesia dalam membangun interaksi dengan masyarakat lokal, strategi komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan, serta proses mereka dalam menghadapi berbagai tantangan budaya selama menempuh pendidikan di Taiwan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia dalam proses adaptasi budaya mereka di Taiwan. Informan dari penelitian ini adalah mahasiswa Indonesia sebanyak empat orang dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui metode wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan menghasilkan pemahaman mendalam mengenai makna komunikasi sebagai sarana adaptasi, pembentukan identitas, dan pengelolaan perbedaan budaya, serta mmengungkapkan strategi komunikasi yang digunakan mahasiswa Indonesia dalam menghadapi tantangan budaya di Taiwan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan program-program orientasi budaya bagi mahasiswa internasional serta memperkaya pemahaman tentang interaksi antarbudaya di lingkungan pendidikan global. Kata kunci : Komunikasi Adaptasi budaya, Mahasiswa Indonesia, Fenomenologi, Pengalaman, motif, makna