Tuberkulosis pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah dengan potensi penularan aktif di lingkungan keluarga dan komunitas. Faktor host dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap infeksi tuberkulosis dan progresivitas menjadi penyakit aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia, status gizi, dan status imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis anak di Kecamatan Metro Pusat Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain case-control yang melibatkan 192 anak usia 0–14 tahun, terdiri dari 96 kasus tuberkulosis dan 96 kontrol. Data diperoleh melalui telaah rekam medis, wawancara orang tua, observasi bekas imunisasi atau catatan imunisasi BCG, serta penilaian status gizi berdasarkan berat badan menurut umur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia tidak berhubungan bermakna dengan kejadian tuberkulosis anak (p=0,300; OR=1,359; 95% CI: 0,760–2,432). Status gizi berhubungan bermakna dengan kejadian tuberkulosis anak (p=0,000; OR=4,586; 95% CI: 2,210–9,519), demikian pula status imunisasi BCG (p=0,000; OR=4,300; 95% CI: 1,971–9,383). Analisis multivariat menunjukkan bahwa status gizi dan status imunisasi BCG merupakan determinan host penting terhadap kejadian tuberkulosis anak. Penguatan program perbaikan gizi, optimalisasi imunisasi BCG, dan skrining dini pada anak berisiko direkomendasikan untuk mendukung pengendalian tuberkulosis anak. Kata Kunci: Faktor Host; Imunisasi BCG; Status Gizi; Tuberkulosis Anak