Toilet training merupakan salah satu keterampilan bina diri yang berperan penting dalam mengembangkan perilaku adaptif dan kemandirian peserta didik tunagrahita ringan. Namun, pelaksanaan pembelajaran toilet training di sekolah masih menghadapi berbagai kendala karena pembelajaran sering kali disampaikan melalui instruksi verbal tanpa didukung strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran bina diri yang diterapkan dalam mengembangkan keterampilan toilet training pada peserta didik tunagrahita ringan kelas III di SLB Negeri Surade Kabupaten Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan orang tua, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles& Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan toilet training dilakukan melalui strategi pembelajaran bina diri yang terstruktur, meliputi pemberian contoh langsung (modeling), penggunaan media visual sebagai pendukung pembelajaran, pembelajaran bertahap (step-by-step instruction), pembiasaan rutin, penguatan positif (positive reinforcement), serta kolaborasi yang konsisten antara guru dan orang tua. Penerapan strategi tersebut membantu peserta didik memahami tahapan toilet training secara lebih sistematis, meningkatkan partisipasi dalam proses pembelajaran, serta mengembangkan kemandirian dalam aktivitas toileting sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran bina diri yang dirancang sesuai karakteristik peserta didik tunagrahita ringan berkontribusi terhadap pengembangan keterampilan toilet training, terutama ketika didukung oleh konsistensi pembelajaran di sekolah dan di rumah.