This Author published in this journals
All Journal Berbakti
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Nilai Tambah Produk Hortikultura Berbasis Kearifan Lokal pada Kelompok Tani Batusori di Wilayah Kepulauan Ambon Jani Jani; Wilda Rukmuin Payapo; Fanny Monica Anakotta; Arsad Matdoan; Mohamad Ratmasa Serang; Muhammad Ridhwan Assel
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 06 (2026): ISSUE AGUSTUS
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63401/berbakti.v3i01.1508

Abstract

Pemberdayaan ekonomi petani merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses pasar, biaya distribusi yang relatif tinggi, dan keterbatasan infrastruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas ekonomi petani melalui integrasi kearifan lokal Masohi, peningkatan keterampilan pengelolaan usaha, penguatan penanganan pascapanen, diversifikasi produk, serta pengembangan strategi pemasaran. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Batusori di Dusun Batusori, Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, dengan melibatkan 20 petani hortikultura. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui identifikasi masalah dan pemetaan potensi, penyuluhan selama satu hari, pelatihan learning by doing selama satu hari, pendampingan produksi dan pemasaran selama dua minggu, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kearifan lokal dioperasionalkan melalui sistem kerja kolektif Masohi, musyawarah kelompok, pembagian peran berdasarkan pengalaman anggota, dan pemanfaatan pengetahuan petani mengenai mutu komoditas lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada pemahaman manajemen usaha tani, pengetahuan diversifikasi produk, keterampilan pascapanen, dan pemahaman pemasaran. Luaran konkretnya berupa cabai merah kemasan 250 gram, bawang merah kemasan 500 gram, dan bawang putih kemasan 500 gram dengan label kelompok “Telaga Lega”. Temuan menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal, inovasi pascapanen sederhana, dan penguatan rantai nilai dapat mendukung peningkatan kapasitas ekonomi petani serta ketahanan pangan masyarakat kepulauan.