Ni Nyoman Suindri
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan antenatal care Bergitha Bete Un; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Eka Utarini; Maria Regolinda Funan
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.230

Abstract

Pendahuluan: Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah melalui layanan Pemeriksaan Kehamilan (PK) secara teratur. Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Tujuan: mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Sasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 40 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel berturut-turut. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan pengamatan terhadap Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Analisis data menggunakan uji Fisher eksak dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (22 responden), pengetahuan baik (13 responden), dan pengetahuan cukup (5 responden). Sebagian besar responden tidak patuh terhadap kunjungan ANC (27 responden), sedangkan 13 responden patuh. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Kesimpulan: sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan tidak patuh terhadap kunjungan ANC. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pendidikan bagi ibu hamil guna meningkatkan kepatuhan terhadap pelayanan antenatal.