Maria Regolinda Funan
STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran status gizi ibu hamil trimester tiga yang mendapatkan tablet multiple micronutrien supplemen Dina Adolfina Mooy; Made Widhi Gunapria Darmapatni; Gusti Ayu Tirtawati; Maria Regolinda Funan
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.229

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan merupakan masa paling kritis dalam siklus hidup seorang wanita, di mana seorang ibu hamil tidak hanya harus memenuhi kebutuhan gizi dirinya sendiri, tetapi juga janin dalam kandungannya. Pada tahun 2025, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan program penyediaan tablet suplemen mikronutrien majemuk (MMS) yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial, zat besi, serta asam folat. Tujuan: Untuk memberikan gambaran umum mengenai status gizi ibu hamil trimester ketiga yang menerima tablet MMS di Puskesmas Oelolok, Kecamatan Insana, serta mengidentifikasi ibu hamil trimester ketiga yang menerima tablet MMS berdasarkan kadar hemoglobin (Hb) dan kenaikan berat badan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga April 2026 dengan teknik pengambilan sampel total. Sampel terdiri dari 95 ibu hamil trimester ketiga yang mengonsumsi tablet MMS. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar Hb, termasuk dalam kategori tidak anemia (Hb ≥ 11 g/dl) sebanyak 65 responden (68,4%), sedangkan sebagian kecil responden masih berada dalam kategori anemia (Hb ≤ 11 g/dl) sebanyak 30 responden (31,5%). Mengenai penambahan berat badan, sebagian besar responden mengalami penambahan berat badan yang tidak memadai (≤11 kg) sebanyak 72 responden (75,7%), dan sebagian kecil mengalami penambahan berat badan yang memadai (≥11 kg) sebanyak 23 responden (24,2%). Kesimpulan: peningkatan kadar Hb sebagian besar masih berada dalam kategori normal, sedangkan kenaikan berat badan pada sebagian besar responden masih belum memadai. Hal ini disebabkan oleh usia kehamilan yang masih ≤34 minggu. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dan konseling mengenai kebutuhan gizi selama masa kehamilan hingga persalinan.
Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan antenatal care Bergitha Bete Un; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Eka Utarini; Maria Regolinda Funan
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.230

Abstract

Pendahuluan: Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah melalui layanan Pemeriksaan Kehamilan (PK) secara teratur. Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Tujuan: mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Sasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 40 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel berturut-turut. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan pengamatan terhadap Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Analisis data menggunakan uji Fisher eksak dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (22 responden), pengetahuan baik (13 responden), dan pengetahuan cukup (5 responden). Sebagian besar responden tidak patuh terhadap kunjungan ANC (27 responden), sedangkan 13 responden patuh. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Kesimpulan: sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan tidak patuh terhadap kunjungan ANC. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pendidikan bagi ibu hamil guna meningkatkan kepatuhan terhadap pelayanan antenatal.
Gambaran kadar hemoglobin ibu hamil yang mengalami anemia Maria Fransiska Martha Ones; Ni Nyoman Budiani; Gusti Ayu Eka Utarini; Maria Regolinda Funan
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.231

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Prevalensi anemia pada anak-anak di Kabupaten Kupang terus meningkat, mencapai 45,27% pada tahun 2024. Anemia meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti persalinan prematur, keguguran, dan bahkan perdarahan pascapersalinan. Tujuan: Untuk memahami kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil dengan anemia berdasarkan usia, usia kehamilan, paritas, tingkat pendidikan, dan pekerjaan di Pusat Kesehatan Masyarakat Oekabiti (UPTD Puskesmas Oekabiti). Metode: Studi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis observasional dan komparatif. Sebanyak 26 orang dengan anemia hemolitik dimasukkan ke dalam sampel penelitian, yang dikumpulkan menggunakan teknik pengambilan sampel total antara Januari dan April 2026. Data dikumpulkan dari Buku KIA/buku merah muda dan rekam medis. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan anemia di UPTD Puskesmas Oekabiti Kabupaten Kupang, Sebagian besar responden mengalami anemia ringan (38,5%), anemia berat (11,5%), dan anemia sedang (50,0%). Berdasarkan karakteristik, prevalensi anemia mencapai 69,2% pada kelompok usia reproduksi, 100% pada trimester ketiga, dan 57,7% pada kelompok multipara/yang memiliki anak. Kesimpulan: Pada trimester ketiga, ibu hamil di wilayah pelayanan UPTD Puskesmas Oekabiti mengalami peningkatan kasus anemia. Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan pemantauan kadar Hb sejak trimester pertama.