Maria Fransiska Martha Ones
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran kadar hemoglobin ibu hamil yang mengalami anemia Maria Fransiska Martha Ones; Ni Nyoman Budiani; Gusti Ayu Eka Utarini; Maria Regolinda Funan
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.231

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Prevalensi anemia pada anak-anak di Kabupaten Kupang terus meningkat, mencapai 45,27% pada tahun 2024. Anemia meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti persalinan prematur, keguguran, dan bahkan perdarahan pascapersalinan. Tujuan: Untuk memahami kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil dengan anemia berdasarkan usia, usia kehamilan, paritas, tingkat pendidikan, dan pekerjaan di Pusat Kesehatan Masyarakat Oekabiti (UPTD Puskesmas Oekabiti). Metode: Studi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis observasional dan komparatif. Sebanyak 26 orang dengan anemia hemolitik dimasukkan ke dalam sampel penelitian, yang dikumpulkan menggunakan teknik pengambilan sampel total antara Januari dan April 2026. Data dikumpulkan dari Buku KIA/buku merah muda dan rekam medis. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan anemia di UPTD Puskesmas Oekabiti Kabupaten Kupang, Sebagian besar responden mengalami anemia ringan (38,5%), anemia berat (11,5%), dan anemia sedang (50,0%). Berdasarkan karakteristik, prevalensi anemia mencapai 69,2% pada kelompok usia reproduksi, 100% pada trimester ketiga, dan 57,7% pada kelompok multipara/yang memiliki anak. Kesimpulan: Pada trimester ketiga, ibu hamil di wilayah pelayanan UPTD Puskesmas Oekabiti mengalami peningkatan kasus anemia. Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan pemantauan kadar Hb sejak trimester pertama.