Kitri Wulandari
Universitas Kusuma Husada Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Art Therapy terhadap Emosi dan Perilaku pada Remaja Hospitalisasi Kitri Wulandari; Dian Nur Wulanningrum; Titis Sensussiana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2616

Abstract

Hospitalisasi pada remaja dapat menyebabkan perubahan emosi dan perilaku, seperti kecemasan, ketakutan, penarikan diri secara sosial, serta kesulitan beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut adalah terapi seni sebuah bentuk terapi yang menggunakan kegiatan menggambar sebagai sarana untuk mengekspresikan emosi dan mengurangi dampak psikologis selama masa perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh terapi seni terhadap emosi dan perilaku remaja yang menjalani rawat inap. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada satu kelompok tanpa kelompok kontrol. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih sampel yang terdiri dari 43 remaja yang sedang menjalani rawat inap dengan rentang usia 11–18 tahun. Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) digunakan sebagai instrumen penelitian dan telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya. Uji validitas dilakukan melalui analisis butir, pada aspek Strengths nilai daya diskriminasi setiap aitem berkisar 0,0391-0,503 sedangkan pada aspek Difficulties berkisar antara 0,000-0,530. Hasil uji reliabilitas kuesioner SDQ dengan menggunakan Cronbach Alpha menunjukkan nilai reliabilitas pada aspek Strengths berupa 0,675, sedangkan pada aspek Difficulties  sebesar 0,705. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat, khususnya uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 11–13 tahun (48,8%), berjenis kelamin laki-laki (51,2%), dan telah menjalani rawat inap selama dua hari (55,8%). Hasil uji menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (<0,05); dengan demikian, hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kesimpulannya, art therapy memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan kondisi emosi dan perilaku remaja yang hospitalisasi di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta. Intervensi ini dapat menjadi terapi non-farmakologis yang mendukung asuhan keperawatan dalam memfasilitasi adaptasi psikologis remaja selama masa perawatan di rumah sakit.