This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Dina Nasution
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh intensitas paparan asap rokok didalam rumah dengan frekuensi kejadian ispa pada balita di wilayah kerja puskesmas helvetia kota Medan tahun 2026 Dina Nasution; Riska Susanti Pasaribu; Imran Saputra Surbakti; Srimuliana Putri Bakara
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62302

Abstract

Abstract Pendahuluan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masihmenjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada anak balita, dan paparan asap rokok di dalam rumah diakui sebagai faktorrisiko lingkungan yang penting. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh intensitas paparan asap rokok di rumahterhadap frekuensi kejadian ISPA pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Helvetia, Medan, Sumatera Utara. MetodePenelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasionalanalitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 98 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan rekam medis, kemudiandianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-squaredengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Temuan menunjukkanbahwa 53,1% anak terpapar asap rokok dengan intensitas tinggidan 53,1% mengalami episode ISPA yang sering. Analisis statistikmengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antaraintensitas paparan asap rokok di rumah dan frekuensi ISPA (p = 0,000). Anak-anak yang terpapar asap rokok intensitas tinggimemiliki kemungkinan sekitar 92 kali lebih besar untuk mengalamiISPA yang sering dibandingkan dengan mereka yang terpaparpada tingkat rendah (OR = 92,143). Pembahasan dan Kesimpulan Paparan asap rokok di rumah secara signifikanmeningkatkan frekuensi ISPA pada anak balita. Penguatan intervensi rumah bebas asap rokok dan peningkatan kesadaranorang tua sangat penting untuk mengurangi beban ISPA pada anakbalita.