Hipertensi pada lanjut usia tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisiologis, tetapi juga dengan kemampuan mempertahankan perilaku hidup sehat. Aktivitas fisik yang rendah dapat menjadi salah satu hambatan dalam pengelolaan hipertensi, sementara hambatan kognitif seperti kekhawatiran dan keyakinan yang kurang tepat dapat membuat lansia semakin pasif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap tingkat kepatuhan aktivitas fisik dan tekanan darah pada lansia hipertensi di Panti Werdha Pangesti Lawang. Penelitian menggunakan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group. Sebanyak 30 lansia hipertensi dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden. Kelompok intervensi memperoleh CBT dalam empat sesi selama dua minggu. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tekanan darah diukur dengan tensimeter digital. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test sesuai distribusi data. Skor aktivitas fisik kelompok intervensi meningkat dari 511,00 menjadi 897,17 MET-menit/minggu, sedangkan kelompok kontrol menurun dari 360,67 menjadi 310,83 MET-menit/minggu. Perbedaan perubahan aktivitas fisik antarkelompok bermakna (p<0,001). Tekanan darah sistolik turun 13,87 mmHg pada kelompok intervensi dan 5,60 mmHg pada kontrol, dengan perbedaan perubahan antarkelompok p=0,017. Perubahan tekanan darah diastolik tidak berbeda bermakna (p=0,803). CBT berpengaruh terhadap perubahan aktivitas fisik dan tekanan darah sistolik, tetapi belum menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap tekanan darah diastolik.