Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Patient Experiential Satisfaction (PES) Yang Berobat Di Poli Rawat Jalan RSIA Frengki Apryanto; Rahmaniah Ramadhani; Januario Giovani Nhue
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.7731

Abstract

Abstrak Kepuasan pasien atau Patient Experiential Satisfaction (PES) merupakan indikator utama dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit, khususnya pada layanan rawat jalan yang menjadi titik awal interaksi pasien dengan sistem pelayanan kesehatan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum ada penelitian di RSIA terkait dengan faktor Patient Experiential Satisfaction (PES), upaya peningkatan pelayanan di poli rawat jalan belum berbasis hasil riset sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor Patient Experiential Satisfaction (PES) yang berobat di poli rawat jalan RSIA Galeri Candra. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, responden penelitian adalah pasien yang berobat di poli rawat jalan RSIA Galeri Candra sebanyak 80 orang, dengan purposive sampling, instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Patient Experiential Satisfaction (PES) dipengaruhi oleh proses administrasi, waktu tunggu, perilaku staff, hubungan dokter pasien, dan fasilitas rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian, dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pimpinan dalam menentukan kebijakan dan strategi peningkatan mutu pelayanan di poli rawat jalan, sekaligus efisiensi biaya promosi. Kata kunci: Faktor; Patient experiential satisfaction; Pasien; Berobat; Rawat jalan
Pengaruh Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Terhadap Tingkat Kepatuhan Aktivitas Fisik dan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Panti Werdha Pangesti Lawang Fatun Fadianti; Abdul Qodir; Rahmaniah Ramadhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62410

Abstract

Hipertensi pada lanjut usia tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisiologis, tetapi juga dengan kemampuan mempertahankan perilaku hidup sehat. Aktivitas fisik yang rendah dapat menjadi salah satu hambatan dalam pengelolaan hipertensi, sementara hambatan kognitif seperti kekhawatiran dan keyakinan yang kurang tepat dapat membuat lansia semakin pasif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap tingkat kepatuhan aktivitas fisik dan tekanan darah pada lansia hipertensi di Panti Werdha Pangesti Lawang. Penelitian menggunakan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group. Sebanyak 30 lansia hipertensi dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden. Kelompok intervensi memperoleh CBT dalam empat sesi selama dua minggu. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tekanan darah diukur dengan tensimeter digital. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test sesuai distribusi data. Skor aktivitas fisik kelompok intervensi meningkat dari 511,00 menjadi 897,17 MET-menit/minggu, sedangkan kelompok kontrol menurun dari 360,67 menjadi 310,83 MET-menit/minggu. Perbedaan perubahan aktivitas fisik antarkelompok bermakna (p<0,001). Tekanan darah sistolik turun 13,87 mmHg pada kelompok intervensi dan 5,60 mmHg pada kontrol, dengan perbedaan perubahan antarkelompok p=0,017. Perubahan tekanan darah diastolik tidak berbeda bermakna (p=0,803). CBT berpengaruh terhadap perubahan aktivitas fisik dan tekanan darah sistolik, tetapi belum menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap tekanan darah diastolik.