This Author published in this journals
All Journal JURNAL AKUNTANSI
Sri Mulyani
Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH SUPERVISI DAN PENGENDALIAN MUTU TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN MODERASI PROFESIONALISME AUDITOR PADA BPK Sri Mulyani; Sutarti Sutarti; Bambang Pamungkas
JURNAL AKUNTANSI Volume 20, Nomor 2, November 2025
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jak.v20i2.16784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh supervisi dan pengendalian mutu terhadap kualitas audit, serta melihat bagaimana profesionalisme auditor berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut pada konteks pemeriksaan di BPK. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada seluruh auditor BPK, baik yang bertugas di kantor pusat maupun kantor perwakilan. Dengan menggunakan metode purposive sampling, terkumpul 421 responden, dan data diolah menggunakan aplikasi SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian mutu berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini berarti semakin efektif pelaksanaan pengendalian mutu, semakin baik pula kualitas audit yang dihasilkan. Sebaliknya, supervisi tidak terbukti berpengaruh terhadap kualitas audit. Selain itu, profesionalisme auditor juga tidak berperan sebagai pemoderasi dalam hubungan antara supervisi maupun pengendalian mutu dengan kualitas audit. Temuan ini mengindikasikan bahwa supervisi yang ada belum cukup memberikan dampak nyata terhadap kualitas audit. Profesionalisme auditor pun belum mampu memperkuat peran supervisi yang cenderung bersifat administratif dan terbatas. Sementara itu, pengendalian mutu yang telah terbangun secara sistemik terbukti lebih kuat dalam memengaruhi kualitas audit, tanpa harus bergantung pada karakteristik individu auditor.