Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu Lulusan MTs Mujahidin Pontianak: Integrasi Nilai Islam dan Prinsip Manajemen Muhammad Iram Faqih; Wahab
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joumi.v4i2.766

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) yang mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen modern dari Edward Deming, Joseph Juran, dan Philip Crosby dengan nilai-nilai Islam (amanah, ihsan, itqan, syura) dalam upaya meningkatkan mutu lulusan di MTs Mujahidin Pontianak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan era globalisasi yang mengharuskan madrasah tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berkarakter Islami, serta perlunya pendekatan manajemen mutu yang sistematis dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) dari Deming di MTs Mujahidin Pontianak berjalan secara berkelanjutan dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan pembelajaran, yang diperkuat dengan nilai ihsan (berbuat terbaik); (2) Trilogi Kualitas Juran (perencanaan, pengendalian, dan peningkatan kualitas) diterapkan melalui penetapan standar lulusan terintegrasi nilai Islam. (3) Konsep Zero Defects dan Quality is Free dari Crosby diwujudkan melalui sistem pencegahan kegagalan akademik dan moral, serta efisiensi biaya dengan pendekatan preventif yang dilandasi nilai itqan (profesionalisme); (4) Nilai-nilai Islam seperti amanah, ihsan, itqan, dan syura menjadi fondasi etis dalam setiap praktik TQM, mulai dari kepemimpinan madrasah, pengambilan keputusan, hingga keterlibatan orang tua dan masyarakat; (5) Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen kepala madrasah, kompetensi guru, serta dukungan komite sekolah, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana prasarana dan resistensi perubahan pada sebagian staf. Model integrasi yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bagi madrasah lain dalam mengembangkan sistem manajemen mutu berbasis nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip TQM secara berkelanjutan.