Parasetamol merupakan obat analgesik dan antipiretik yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi, bersifat over the counter (OTC) sehingga mudah diperoleh tanpa resep dokter. Parasetamol dimetabolisme di hati dan diekskresikan melalui urin, menjadikan urin sebagai matriks biologis yang relevan untuk analisis kadar obat. Responden penelitian ini merupakan Mahasiswa Farmasi Angkatan 2023 Universitas Tanjungpura yang terdiri atas tiga kelas (A1, A2, dan A3). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi profil kadar parasetamol dalam sampel urin secara kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis berdasarkan hukum Lambert-Beer. Analisis dilakukan melalui penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan larutan standar, penyusunan kurva kalibrasi, preparasi sampel urin melalui hidrolisis dan pengenceran, serta pengukuran absorbansi. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh adalah 246–247 nm dengan kurva kalibrasi bersifat linear dengan nilai r = 0,9975-0,999. Hasil analisis menunjukkan variasi kadar parasetamol dalam urin pada setiap waktu pengambilan sampel hingga 6 jam. Kelas A1 menunjukkan kadar tertinggi pada jam ke-1 yaitu sebesar 8,7843 mg, kelas A2 menunjukkan kadar tertinggi pada jam ke-5 sebesar 27,958 mg/L, sedangkan kelas A3 mulai terdeteksi pada jam ke-5. Variasi ini dipengaruhi oleh faktor farmakokinetika individu, preparasi sampel, dan keterbatasan sensitivitas metode. Metode spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk analisis kuantitatif parasetamol dalam matriks biologis dan memberikan gambaran proses farmakokinetika obat dalam tubuh.