Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KADAR ASAM URAT PADA PASIEN TB PARU PRIMER YANG MELAKUKAN PENGOBATAN FASE INTENSIF DI PUSKESMAS ALALAK TENGAH BANJARMASIN TAHUN 2025: Overview of Uric Acid Levels in Primary Pulmonary Tuberculosis Patients Undergoing Intensive Phase Treatment at Puskesmas Alalak Tengah in 2025 Nanda Maulidya; Nanda Yaultsa; Rizki Perdani; Hafiz Al Farizi
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/b9fe3e57

Abstract

Salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia adalah tuberkulosis (TB), penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Peningkatan kadar asam urat merupakan efek samping dari terapi fase intensif obat antituberkulosis (ATD), khususnya ketika menggunakan pirazinamid dan etambutol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi kadar asam urat pada tahun 2025 di antara pasien tuberkulosis paru primer yang menerima terapi fase intensif di Puskesmas Alalak Tengah di Banjarmasin. Tiga puluh individu dipilih secara acak untuk penelitian deskriptif kuantitatif cross-sectional ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari rekam medis dan hasil uji laboratorium. Sembilan pasien (30%) memiliki kadar asam urat normal (rata-rata 6,1 mg/dL), sedangkan dua puluh satu pasien (70%) memiliki kadar tinggi (7,8 mg/dL). Kadar asam urat rata-rata 7,3 mg/dL. Pada perbandingan berdasarkan jenis kelamin, rata-rata pada wanita adalah 7,4 mg/dL, sedangkan pada pria adalah 7,2 mg/dL. Sembilan pasien (30%) pada kelompok usia lanjut (56-65 tahun) memiliki kadar asam urat yang tinggi. Peneliti menyimpulkan bahwa kadar asam urat tinggi dialami oleh sebagian besar pasien TB paru primer pada fase intensif; oleh karena itu, penting untuk memantau pasien ini selama pengobatan.