Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN MEDIASI IMPOSTOR SYNDROME DALAM PENGARUH PERBANDINGAN SOSIAL DI LINKEDIN TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA GENERASI Z DI SURABAYA Naila Alviana Nur; Hafid Kholidi Hadi; Hujjatullah Fazlurrahman
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 2 (2026): Edisi Mei - Agustus 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i2.7798

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbandingan sosial di LinkedIn terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja dengan mempertimbangkan impostor syndrome sebagai mekanisme mediasi pada mahasiswa Generasi Z semester menengah hingga akhir di Kota Surabaya. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif berdesain eksplanatori melalui cross-sectional survey. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dari 209 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria sebagai mahasiswa aktif Generasi Z, memiliki akun LinkedIn serta memanfaatkan platform tersebut untuk mendukung pengembangan karier. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS versi 4.1.1.8 melalui evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil analisis menegaskan bahwa kecenderungan melakukan perbandingan sosial di LinkedIn berkaitan dengan meningkatnya kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Hubungan tersebut berlangsung melalui munculnya impostor syndrome, yaitu keraguan terhadap kompetensi diri yang berkembang setelah mahasiswa mengevaluasi pencapaian profesionalnya berdasarkan informasi yang ditampilkan pengguna lain. Penelitian ini memperluas kajian mengenai perilaku mahasiswa pada media sosial profesional dengan menjelaskan impostor syndrome sebagai mekanisme psikologis yang menghubungkan peningkatan perbandingan sosial di LinkedIn dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Temuan penelitian juga memberikan implikasi bagi perguruan tinggi dan career center dalam mengembangkan program persiapan karier yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pada penguatan kesiapan psikologis mahasiswa dalam mempersiapkan diri mememasuki dunia kerja professional.